Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 26/08/2008
Peserta Jamsostek 2009 ditargetkan tumbuh 20%
JAKARTA: Jumlah perusahaan dan tenaga kerja peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) pada 2009 ditargetkan tumbuh minimal 20% di atas rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) PT Jamsostek tahun ini.
Target kesertaan yang telah ditetapkan pada tahun ini yakni 13.381 perusahaan dan 2,4 juta orang tenaga kerja.
Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan target yang ditetapkan sepanjang 2009 merupakan target minimal. Hal itu berarti, target tersebut akan diupayakan untuk naik ke batas yang lebih tinggi.
Menurut Hotbonar, pihaknya menargetkan rata-rata tingkat kesertaan tenaga kerja dan perusahaan dalam program Jamsostek bisa mencapai 30%.
"Melalui beragam upaya, paling kurang kami upayakan pertumbuhannya sampai 30%. Angka 20% itu merupakan batas minimal," katanya kemarin.
Hingga semester I/2008, jumlah kepesertaan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja masing-masing sebesar 61% perusahaan dan 40% untuk tenaga kerja dari target yang ditetapkan tahun ini.
Jumlah perusahaan yang ikut dalam program Jamsostek sepanjang Januari-Juni 2008 mencapai 8.186 perusahaan, atau naik 11% dibandingkan dengan 7.304 perusahaan pada periode yang sama tahun lalu.
Kepesertaan tenaga kerja yang terbagi ke dalam lima program yaitu tenaga kerja paket, tenaga kerja jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK), tenaga kerja usaha perorangan, tenaga kerja jasa konstruksi, dan tenaga kerja di Luar hubungan kerja (mandiri) mencapai 2,63 juta orang.
Hingga akhir 2007, tercatat total 90.697 perusahaan dan 7,94 juta orang tenaga kerja yang menjadi peserta aktif Jamsostek.
Hotbonar mengakui terdapat sejumlah kendala untuk mencapai target yang telah ditetapkan, khususnya dalam hal menggenjot kepesertaan tenaga kerja.
Belum optimal
Selain sosialisasi yang belum optimal, tidak ada wadah yang tetap untuk mengoordinasi pembayaran dan pengurusan administrasi bagi tenaga kerja, khususnya tenaga kerja yang ikut dalam program usaha perorangan dan LHK.
Akibatnya, apabila diakumulasi secara keseluruhan, total realisasi jumlah kepesertaan tetap saja rendah.
Apalagi, lanjutnya, meskipun pemerintah telah menggenjot kepesertaan aktif selama satu tahun, jumlah peserta yang keluar dari program Jamsostek selama periode itu juga tak terhindarkan.
Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya mempertahankan posisi kepesertaan aktif, walaupun diakui hal itu merupakan hal yang paling sulit.
"Itu hak pribadi setiap tenaga kerja untuk keluar dari kepesertaan aktif, kami tak bisa memaksa. Oleh karena itu, yang bisa kami lakukan hanyalah menggenjot jumlah kepesertaan semaksimal mungkin untuk mengimbangi peserta yang keluar," jelasnya.
Hotbonar juga mengatakan pihaknya akan mendorong para peserta aktif yang sudah keluar dari program Jamsostek untuk masuk melalui jalur tenaga kerja mandiri. (maria.benyamin@bisnis.co.id)
Oleh Maria Y. Benyamin
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
RI turun peringkat di ajang ASC - Pemerintah berkeras terapkan SKB
- Manajemen belum lapor ke Depnakertrans
RAPP akan PHK 1.000 karyawan - LAYANAN
Badung kembangkan homestay - LAYANAN
Depag diminta bereskan masalah haji