Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

LVS targetkan 800.000 pengunjung tahun ini

Macau: Las Vegas Sands Corporation (LVS), pengelola The Venetian Macao-Resort-Hotel,  optimistis mampu menjaring 800.000 pengguna jasa meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) sepanjang tahun ini.

Pelancong bisnis yang datang ke Venetian tahun lalu hanya berjumlah separuh dari target tersebut atau sekitar 400.000 orang.

Keyakinan untuk menaikkan target kunjungan hingga dua kali lipat pada tahun ini, sejalan dengan berkembangnya Macau menjadi pusat bisnis dan hiburan di regional Asia.

"Pada 2008 akan ada lebih dari 500 pertemuan bisnis yang digelar di Venetian, jadi pelancong yang menggunakan MICE akan menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," ujar President and Chief Operating Officer LVS William Weidner, kemarin.

Selain MICE, hotel yang diresmikan pada Agustus 2007 itu juga mengandalkan beberapa pertunjukan hiburan untuk menarik lebih banyak pengunjung.

LVS akan membangun proyek megaproperti Cotai Strip, yang di dalamnya termasuk Venetian dan Four Seasons Hotel.

Proyek nonjudi


Perseroan bersama pemerintah Macau akan mentransformasi Macau menjadi pusat bisnis primer Asia dan pusat hiburan tanpa terlalu menonjolkan perjudian.

Sebanyak 97% proyek megaproperti Cotai Strip yang meliputi sejumlah hotel ternama lain dibangun LVS mengedepankan unsur non-perjudian. Perseroan rata-rata hanya mengalokasikan 3% dari total area proyek megapropertinya di Macau untuk perjudian.

Sebanyak 95% dari total area di Venetian dipakai untuk aktivitas nonjudi dan 98% dari area di Four Seasons Hotels digunakan untuk kegiatan non-judi.

Untuk proyek-proyek Cotai Strip yang masih dalam tahap pembangunan seperti Shangri-La, Traders, St. Regis, dan Sheraton hanya mengalokasikan 3% jumlah total area untuk kegiatan perjudian.

Proyek lainnya seperti Holliday Inn, Intercontinental, dan Cosmopolitan, juga menyediakan sedikit area judi, sebesar 2%.

Oleh Noerma Komalasari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain