Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
Astro akan minimalisasi kerugian pelanggan
JAKARTA: Astro All Asia Networks Plc (Astro Malaysia) berkomitmen untuk mencari solusi terbaik guna meminimalisasi kerugian yang diderita pelanggan, jika PT Direct Vision maupun Lippo Group tidak bertanggung jawab atas nasib pelanggan.
"Astro berkomitmen, kalau seandainya tidak ada pihak [PT DV atau Lippo Group] yang men-taking care pelanggan ini, Astro akan lakukan itu, walaupun menurut dia [Astro] hubungan pelanggan itu sebenarnya dengan PT DV," ujar Alexander Lay, kuasa hukum Astro Malaysia, pada acara media briefing, kemarin.
Alexander mengatakan komitmen itu dilakukan Astro Malaysia karena pihaknya mempertimbangkan beberapa poin, yakni masalah pelanggan, nasib karyawan PT DV, untuk menjaga citra brand Astro Malaysia, dan adanya harapan proses negosiasi dengan PT DV yang berakhir hingga 30 September mendatang akan membuahkan hasil.
Akan tetapi, sambungnya, pihaknya tidak mau memerinci terlebih dahulu bagaimana bentuk solusi bagi pelanggan tersebut, karena hal itu dinilai masih prematur.
Pasalnya, kondisi apa pun masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan mendatang, apalagi Astro Malaysia masih akan men-support PT DV hingga akhir bulan ini.
"Secara detail kita tidak bisa sampaikan [solusi bagi pelanggan] karena ini mungkin bisa mengganggu upaya-upaya seperti itu. Tapi ada berbagai pihak yang berusaha untuk mencari jalan keluar," ucapnya.
Di bagian lain, dia mengungkapkan, putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dengan program Liga Inggris, yang memerintahkan All Asia Multimedia Networks FZ-LLC (AAMN) untuk tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT DV adalah suatu putusan yang absurd.
Masalah pelanggan
Putusan itu, katanya, di luar kewenangan KPPU, mengingat hal tersebut merupakan yurisdiksi hukum perdata, dan bukannya ranah persaingan usaha.
Apalagi, lanjutnya, penjualan siaran Liga Inggris musim 2008-2009 yang dilakukan pada PT Karyamegah Adijaya semata-mata bertujuan mendapatkan harga terbaik dan langkah untuk memangkas kerugian yang diderita.
Senior Vice President Corporate Affair PT DV, Halim Mahfudz, menyebutkan dirinya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikan komentar terkait dengan masalah pelanggan maupun nasib karyawan PT DV.
"Kita sebagai profesional di PT DV, tidak membuat keputusan mengenai arah bisnis, strategi bisnis, seperti bagaimana nasib pelanggan dan karyawan. Menyangkut mengenai hal itu adalah wewenang pemegang saham," ucapnya, saat dihubungi Bisnis, kemarin.
Dalam keterangan yang disampaikan Astro Malaysia pada otoritas bursa Malaysia pada 4 September 2008, disebutkan perusahaan itu tidak memperbarui penggunaan trademark lisence agreement dengan PT DV, yang masa perjanjiannya berakhir pada 31 Agustus 2008.
Namun, atas permintaan dari PT DV, Astro Malaysia masih memberikan waktu bagi DV untuk menggunakan merek dan konten hingga 30 September mendatang, agar PT DV dapat mencari solusi terbaik yang dapat mengurangi dampak kerugian yang akan diderita pelanggan.
Keputusan Astro Malaysia untuk memutus perjanjian disebabkan oleh Lippo Group, sebagai pemilik 100% saham PT DV, tidak membayar tagihan RM805 juta, yang merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan itu untuk operasional PT DV dari Maret 2005-1 September 2008.
Bisnis tidak bisa menghubungi Eddy Rizal, direksi Lippo Group, untuk dimintai komentarnya terkait dengan komitmen Astro tersebut. Sambungan telepon dan layanan pesan singkat Bisnis tidak dijawab. (elvani@bisnis.co.id)
Oleh Elvani Harifaningsih
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Jamsostek diminta siapkan dana bergulir
- Stasiun TV bersaing dengan hiburan alternatif
- LAYANAN
Hunian hotel di Padang capai 42,14% - LAYANAN
Malaysia ajak Sumut kerja sama wisata - LAYANAN
Perhumas ikut promosikan RI