Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Investasi resor wisata Tanjung Lesung capai US$5 miliar

JAKARTA: PT Banten West Java Tourism Development menggandeng tiga perusahaan guna mengembangkan rencana induk (master plan) resor wisata kota air di lahan hingga 1.500 hektare di Tanjung Lesung, Pandeglang, Provinsi Banten, senilai US$5 miliar.

Ketiga perusahaan tersebut adalah Thams Developments Pty Ltd dari Australia, Success Resources Pte Ltd dari Singapura dan PT TDW Resources asal Indonesia.

Direktur Banten West Java Tourism Development Tjahjadi Rahardja mengatakan pengembangan kota wisata di atas air tersebut akan mengadopsi kota air di Venesia.

"Konsep yang kami kembangkan di sini adalah memindahkan Venesia ke Indonesia. Sebenarnya, lahan yang tersedia 1.500 hektare, tetapi yang sudah dibebaskan baru 1.250 hektare, sisanya masih dalam tahap pembebasan," ujarnya kepada Bisnis seusai penandatanganan nota kesepakatan antara Banten West Java Tourism Development dan ketiga perusahaan itu, akhir pekan lalu.

Penandatanganan nota kesepakatan itu sekaligus akan menjadi penanda dimulainya megaproyek yang ditargetkan selesai pada 2020.

Pada tahap awal, ketiga pihak yang bersangkutan, yakni Thams Developments, Success Resources Pte Ltd, dan TDW Resources akan bertanggung jawab terhadap urusan pengembangan rencana induk, dengan sumber pendanaan berasal dari Banten West Java.

Manajemen Banten West Java belum mau menuturkan investasi awal yang dibutuhkan. Namun, katanya, yang pasti secara keseluruhan proyek itu mencapai US$5 miliar.

Undang investor

Untuk selanjutnya, mengingat investasi yang dikeluarkan untuk proyek tersebut sangat besar, Banten West Java Tourism Development membuka kesempatan bagi masuknya investor asing ataupun lokal.

"Kami akan mengembangkan kota resor wisata yang ada di atas air, dengan dilengkapi sejumlah properti seperti hotel dan resor, kondominium, sekolah, pusat pengobatan, dan lain-lain. Oleh karena itu, butuh sejumlah investor untuk mendukung rencana tersebut," jelas Tjahjadi.

Salah satu investor lokal yang telah menyatakan minatnya terhadap megaproyek tersebut adalah PT Jababeka Tbk. Presiden Direktur Jababeka S.D. Dharmono mengatakan Jababeka tertarik melakukan ekspansi sebagai pemain besar dalam industri properti melalui keterlibatannya dalam proyek tersebut.

"Saya pikir ini adalah kesempatan bagus, sebab proyek tersebut tidak hanya bertaraf lokal tetapi akan menjadi proyek bertaraf internasional. Kami sungguh tertarik, tetapi bentuknya seperti apa, masih akan kami jajaki perkembangan ke depan," tuturnya.

Chairperson Thams Developments Oliver Tham mengatakan Indonesia memiliki peluang yang cukup besar sebagai pemain pariwisata terbesar di dunia mengingat sejumlah potensi yang dimiliki negara tersebut khususnya potensi sumber daya alam.

"Saya melihat peluang ini harus dimanfaatkan dengan mendirikan suatu kompleks wisata terlengkap. Ini akan menjadi kota resor wisata yang terbesar di dunia," tuturnya.

Oliver menambahkan pihaknya ingin menciptakan proyek kelas dunia yang dapat mengangkat nama Indonesia di bidang pariwisata sekaligus menjadikan Indonesia sebagai raksasa ekonomi, seperti China dan India.

Sementara itu, Tung Desem Waringin dari TDW Resources mengatakan peranan pihaknya termasuk Thams Developments Pty. Ltd dan Success Resources Pte terbatas pada studi dan kajian tentang potensial Tanjung Lesung, pengembangan rencana induk, termasuk upaya untuk menciptakan sindikasi finansial demi mengembangkan proyek ini.

Proyek ini juga melibatkan arsitek terkenal dari Australia yakni Desmond Brooks yang telah memiliki sejumlah pengalaman dalam merancang bangun gedung-gedung terkenal di dunia.

Tanjung Lesung sebenarnya telah dimiliki oleh Banten West Java Tourism Development selama 15 tahun. Lokasinya sangat strategis sebab berada  di kawasan pantai barat Selat Sunda dan 60 kilometer dari Gunung Krakatau. (maria. benyamin@bisnis.co.id)

Oleh Maria Y. Benyamin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up