Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

'Lebaran tak dongkrak kunjungan wisman'

JAKARTA: Tingginya tingkat kunjungan wisatawan dan hunian di sejumlah hotel di daerah tujuan wisata selama libur Lebaran diprediksi tidak akan memengaruhi sasaran kunjungan tujuh juta wisman sepanjang 2008.

Tuti Sunario, Pemerhati masalah pariwisata yang juga mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia, menilai keadaan tersebut tidak akan berpengaruh cukup signifikan dalam menambah jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia.

"Meski ada kenaikan, saya agak tidak yakin kalau angka tujuh juta bisa tercapai karena meningkatnya jumlah kunjungan dan okupansi hotel selama Lebaran," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Tuti mengakui secara umum terjadi peningkatan jumlah kunjungan dan kenaikan tingkat okupansi di sejumlah hotel daerah tujuan wisata selama Lebaran.

Namun, apabila melihat pada komposisi kunjungan wisatawan terbesar yang masih berasal dari kalangan wisata domestik, dia pesimistis target jumlah wisman sebanyak tujuh juta orang akan ikut terdongkrak.

"Hotel-hotel di Bali memang penuh selama Lebaran, tetapi kebanyakan justru dipenuhi oleh wisatawan domestik bukan wisatawan mancanegara," lanjutnya.

Alasan lain, lanjutnya, Bali hanya merupakan salah satu entry point (pintu masuk) bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Tingginya kunjungan di Bali, sambungnya, tidak secara serta-merta menyokong kunjungan wisman secara keseluruhan.

"Masih ada pintu masuk yang lain. Kalau Bali tinggi, belum tentu yang lainnya juga tinggi. Kalau yang lainnya tertekan, maka rata-rata secara keseluruhan akan tertekan pula."

Pulih kembali


Sebaliknya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik seperti dikutip Antara mengatakan kondisi pariwisata Indonesia khususnya di Bali telah pulih kembali. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta dan kamar hotel dipenuhi wisatawan saat Lebaran.

Bahkan Menbudpar menyatakan jumlah kunjungan wisatawan sudah meningkat dua kali lipat atau 200% lebih, sehingga tahun kunjungan (Visit Indonesia Year/VIY) 2008 yang ditargetkan mampu mendatangkan wisatawan tujuh juta orang sampai akhir tahun optimistis tercapai.

"Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, kami sangat optimistis untuk mencapai target VIY tersebut."

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia memang cenderung meningkat selama tiga tahun terakhir. Setelah sempat tertekan pada 2005 dengan total kunjungan wisman hanya 4,07 juta dari tahun sebelumnya yang justru sempat mencapai 4,54 juta orang, angka kunjungan wisman kembali membaik pada 2006 menjadi 4,87 juta orang.

Bahkan secara keseluruhan, jumlah wisman ke Indonesia pada 2007 (termasuk di luar 15 pintu masuk utama) mencapai 5,51 juta orang, sedangkan sampai dengan pertengahan 2008 (Januari-Juni), kunjungan wisman baru mencapai 2,9 juta orang. (maria.benyamin@bisnis.co.id)

Oleh Maria Y. Benyamin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up