Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 06/10/2008
Memindahkan pesona Kota Seribu Kanal ke Indonesia
Hmm...,siapa yang tak kenal Kota Venesia? Kota yang terletak di bagian timur laut Italia itu tentu sudah acap terdengar di telinga kita.
Sebutan Kota Seribu Kanal atau Kota Air melekat erat pada kota satu ini, sehingga apabila bicara tentang kota air, pesona Venesia memang tak akan pernah luput dari obrolan.
Karena pesonanya, wajar saja apabila kota ini menjadi salah satu alternatif wisata bagi wisatawan tidak hanya wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara yang ingin menyaksikan ribuan kanal yang mengitari kota tersebut.
Ya..., pesona Venesia memang sungguh dahsyat. Namun, apakah mungkin pesona tersebut bisa berpindah atau sekadar 'menjalar' ke negara lain, seperti Indonesia, misalnya?
Memindahkan pesona Venesia tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Citra yang melekat erat pada Venesia tentu tak mudah ditanggalkan begitu saja dan dengan mudahnya bisa berpindah ataupun bahkan sekadar 'menjalar' ke kota atau negara lain.
Namun, angan-angan untuk memindahkan pesona kota tersebut ke Indonesia-negara yang sebenarnya memiliki potensi besar bagi pengembangan kota air-telah muncul dari perusahaan asal Indonesia PT Banten West Java Tourism Development.
Bermodalkan properti yang sebenarnya telah 15 tahun dimiliki, yakni areal seluas 1.500 hektare di Tanjung Lesung, Pandeglang, Provinsi Banten, perusahaan tersebut berniat menggarap proyek tersebut secara serius.
Bahkan, sebagai langkah awal, Banten West Java menggandeng tiga perusahaan sekaligus, yakni Thams Developments Pty. Ltd dari Australia, Success Resources Pte. Ltd dari Singapura dan PT TDW Resources asal Indonesia guna mengembangkan rencana induk (master plan) resor wisata kota air. Nilainya pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai US$5 miliar.
Direktur Banten West Java Tourism Development Tjahjadi Rahardja mengatakan pengembangan kota wisata di atas air tersebut memang akan mengadopsi kota air di Venesia.
"Konsep yang kami kembangkan di sini adalah memindahkan Venesia ke Indonesia. Sebenarnya, lahan yang tersedia 1.500 hektare, tetapi yang sudah mengalami pembebasan baru 1.250 hektare, sisanya masih dalam tahap pembebasan," ujarnya.
Chairperson Thams Developments Oliver Tham mengatakan Indonesia memiliki peluang yang cukup besar sebagai pemain pariwisata terbesar di dunia mengingat sejumlah potensi yang dimiliki negara tersebut khususnya potensi sumber daya alam.
"Saya melihat peluang ini harus dimanfaatkan dengan mendirikan suatu kompleks wisata terlengkap. Ini akan menjadi kota resor wisata yang terbesar di dunia."
Kelas dunia
Oliver menambahkan pihaknya ingin menciptakan proyek kelas dunia yang dapat mengangkat nama Indonesia di bidang pariwisata sekaligus menjadikannya sebagai raksasa ekonomi seperti China dan India.
Sementara itu, Tung Desem Waringin dari TDW Resources mengatakan peranan pihaknya termasuk Thams Developments Pty Ltd dan Success Resources Pte terbatas pada studi dan kajian tentang potensial Tanjung Lesung, pengembangan rencana induk, termasuk upaya untuk menciptakan sindikasi finansial demi mengembangkan proyek ini.
Megaproyek ini disebut-sebut akan menjadi proyek terbesar di Tanah Air. Apalagi, arsitek yang dilibatkan dalam proses rancang bangun resor kota wisata tersebut adalah arsitek yang sudah malang melintang dalam urusan rancang bangun sejumlah gedung terkenal di dunia, yakni Desmond Brooks.
Sebut saja beberapa bangunan, seperti Versace, Marriott, Sheraton Mirage di Gold Coast dan Port Douglas, Palazzo Versace, Princeville Hawaii, Four Seasons Garden City di Guangzhou, Sheraton Bandara Jakarta, Hotel Borobudur, dan sejumlah bangunan terkenal lainnya pernah mendapat sentuhan tangan arsitek asal Australia tersebut.
Untuk selanjutnya, mengingat investasi yang dikeluarkan untuk proyek tersebut sangat besar, Banten West Java Tourism Development membuka kesempatan bagi masuknya investor asing ataupun lokal.
Lokasi Tanjung Lesung memang terbilang sangat strategis sebab berada di kawasan pantai barat Selat Sunda dan 60 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Apalagi jaraknya yang cukup dekat dengan tempat wisata, seperti Taman Nasional Ujung Kulon mungkin akan menjadi nilai tambah pesona resor wisata tersebut.
So, kita tak perlu jauh-jauh ke Venesia untuk menyaksikan pesona seribu kanal, bukan? (maria.benyamin@bisnis.co.id)
Oleh Maria Y. Benyamin
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Jamsostek diminta siapkan dana bergulir
- Stasiun TV bersaing dengan hiburan alternatif
- LAYANAN
Hunian hotel di Padang capai 42,14% - LAYANAN
Malaysia ajak Sumut kerja sama wisata - LAYANAN
Perhumas ikut promosikan RI