Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Jelang akhir tahun, kunjungan wisman harus digenjot

JAKARTA: Pemerintah harus bekerja keras menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) minimal 700.000-800.000 orang per bulan selama tiga bulan ke depan, agar target kunjungan 7 juta wisman pada tahun ini dapat dicapai.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis kemarin menunjukkan jumlah kunjungan wisman untuk periode delapan bulan pertama tahun ini baru mencapai 4,07 juta orang.

Kendati naik 12,73% dibandingkan dengan 3,6 juta orang pada periode yang sama tahun lalu, pencapaian sepanjang Januari-Agustus 2008 itu dinilai masih jauh dari target yang dipatok.

"Pemerintah bersama pelaku usaha pariwisata harus bekerja keras untuk mencapai target selama tiga bulan ke depan. Paling tidak jumlah kunjungan wisman harus dikejar menjadi 700.000-800.000 orang per bulan," ujar Direktur Statistik Keuangan, Teknologi Informasi, dan Pariwisata BPS Sasmito Hadi Wibowo, kemarin.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik, yang ditemui dalam kesempatan berbeda, yakin target kunjungan 7 juta wisman tahun ini akan dapat dicapai.

Peningkatan jumlah wisman yang datang ke Indonesia dari bulan ke bulan sepanjang tahun ini, membuat Menbudpar optimistis target itu akan dapat dipenuhi.

Menbudpar menyebutkan waktu yang tersisa hingga menjelang akhir tahun dapat dimanfaatkan untuk menggenjot tingkat kunjungan wisman ke Indonesia.

"Kita punya target 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Visit Indonesia Year tahun ini. Ibarat final lap [putaran final], maka dua bulan terakhir ini kita harus berlari untuk bisa mencapai target itu," ujarnya.

Namun, Sasmito menilai target 7 juta wisman  terlampau tinggi, berpatokan pada tren statistik yang terjadi selama ini.

Oleh Maria Y. Benyamin & Hilda Sabri Sulistyo
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up