Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Pesawat carter dongkrak kunjungan turis

JAKARTA: Pemerintah diimbau memberikan izin penerbangan carter (charter flight) dari China, Rusia, Taiwan dan Korea Selatan guna menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

"Kalau Menbudpar optimistis target minimal 6,4 juta wisman [wisatawan mancanegara] bisa tercapai akhir tahun ini, maka sisa target 600.000 orang lagi bisa didorong dengan membuka izin charter flight karena penerbangan reguler tidak dapat memenuhi demand seat yang ada," ujar Ben Sukma, Ketua DPP Association of the Indonesia Tours & Travel, pekan ini.

Menurut dia, izin penerbangan carter bisa diberikan dengan masa berlaku tertentu hingga akhir tahun dan pemerintah menentukan kota tujuan. Misalnya, penerbangan carter dari China diizinkan masuk ke Lombok, sehingga terjadi penyebaran kunjungan wisman.

"Sebenarnya potensi kunjungan wisatawan dari China dan Rusia tinggi, tapi terbentur dengan terbatasnya tempat duduk dari penerbangan reguler. Destinasinya bisa saja ditentukan ke Lombok, Surabaya, Medan, Padang atau Makassar," kata Ben.

Dia optimistis jika izin pesawat carter dari luar negeri ditingkatkan, kunjungan wisman akan melonjak. Untuk itu kalangan industri pariwisata diharapkan juga siap mengemas paket-paket wisatanya.

Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar mengatakan upaya untuk mendongkrak kunjungan wisman dengan meningkatkan izin masuk pesawat carter dari luar negeri diyakini akan mendapat dukungan Departemen Perhubungan.

"Koordinasi dengan Departemen Perhubungan sudah berjalan dengan baik. Jadi jika memang industri pariwisata menginginkan izin charter flight ditingkatkan dan paket-paket wisatanya sudah disiapkan, saya yakin tidak ada masalah," tambahnya.

Dari waktu ke waktu, kunjungan turis China dan Rusia ke Indonesia, khususnya Bali terus meningkat. Selain menggunakan penerbangan reguler, kunjungan mereka juga dengan menggunakan pesawat carter.

Banyak kalangan menilai China merupakan pasar potensial yang mesti digarap lebih maksimal. Pasalnya, sekitar 34 juta warga dari negara itu berwisata ke luar negeri setiap tahun, sedangkan yang datang ke Bali kurang dari 0,02%.

Oleh Hilda Sabri Sulistyo
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up