Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 10/10/2008

Magnet 11 objek wisata saat Lebaran

Mengunjungi objek wisata pada setiap Lebaran sepertinya sudah menjadi tradisi bagi warga di Tanah Air. Hampir semua objek wisata ramai dikunjungi sejak hari pertama Lebaran hingga beberapa hari berikutnya.

Berdasarkan pantauan Ditjen Pengembangan Destinasi Wisata Depbudpar, puncak kepadatan pengunjung di berbagai objek wisata selama libur Lebaran 1429 H terjadi pada hari ke dua dan ketiga pasca-Idulfitri dan sedikitnya ada 11 daya tarik wisata yang digemari masyarakat.

Menurut Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Depbudpar Firmansyah Rahim, ke-11 objek yang menjadi daya tarik wisata itu adalah Candi Borobudur dan Prambanan serta Baturaden  di Jateng, Pantai Parangtritis di Yogyakarta, Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, Pantai Pangandaran, Taman Safari, dan Ciater di Jawa Barat serta Danau Toba di Sumut.

Setelah mencapai puncaknya pada hari kedua dan ketiga Idulfitri (2 & 3 Oktober), pada 5 Oktober jumlah kunjungan di 12 objek tadi menunjukkan tren menurun.

Untuk Jakarta, misalnya, kata Firmansyah, pada H+1 dan H+2 Lebaran, Kebun Binatang Ragunan dikunjungi 478.162 orang. Jumlah itu memang lebih kecil bila dibandingkan dengan Lebaran 2007  yang mencapai 791.295 orang. Dia tidak memerinci jumlah pengunjung di 10 objek wisata lainnya.

"Lebaran kali ini warga Jakarta banyak yang mudik ke kampung halamannya. Hal ini juga didukung oleh banyaknya acara mudik bersama yang digelar perusahaan dan partai politik," kata Firmansyah.

Selama libur Lebaran, para pengelola objek wisata umumnya telah melaksanakan persiapan dan pengamanan untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para pengunjung.

"Memang ada kejadian yang menonjol di objek wisata selama liburan Lebaran 1429 H umumnya karena pengunjung tidak berhati-hati menjaga diri seperti di Pantai Ancol ada satu orang yang tewas tenggelam karena berenang melewati batas aman," ujarnya.

Secara umum, para pengelola objek wisata daerah sudah merespons baik surat yang dikirimkan Depbudpar ke gubernur di seluruh Indonesia dan dinas pariwisata daerah dalam menyambut Idulfitri, Natal dan Tahun Baru 2009.

Perlu antisipasi


Sejak pertengahan Agustus, Depbudpar telah meminta agar semua pihak mengantisipasi kunjungan masyarakat yang mengisi libur Lebaran di berbagai objek wisata yang ada.

Hal itu dimaksudkan untuk menjaga citra positif pariwisata, sehingga perlu antisipasi yang cepat dan terintegrasi berbagai unsur terkait di tingkat pusat maupun daerah.

"Oleh karena itu, jauh-jauh hari kami sudah menyurati agar pengelola melakukan pemeriksaan kelayakan sarana dan prasarana wisata seperti akses menuju objek wisata, angkutan, akomodasi, restoran, dan fasilitas rekreasi," papar dirjen.

Selain itu, perlu peningkatan pelayanan keamanan di lokasi objek wisata, misalnya, penertiban pedagang, peningkatan kebersihan, terutama toilet dan tempat sampah, perbaikan rambu-rambu keamanan dan keselamatan.

Menyinggung soal antisipasi cepat dan penanganan yang terintegrasi di berbagai objek wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung, tim Depbudpar sebelum puasa telah mengadakan penyuluhan ke berbagai dinas pariwisata di wilayah Jateng, Jatim, Lampung, Banten, Jabar dan Bali.

"Dari kunjungan ke berbagai daerah kami simpulkan memang perlu pengelolaan destinasi wisata secara profesional melalui penerapan Visitor Management Technique untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung," tandasnya.

Puncak kunjungan ke objek wisata saat Lebaran memang telah berangsur menurun, tetapi tidak ada salahnya mulai dari sekarang para pengelola objek wisata mulai berbenah untuk menyambut Idulfitri tahun berikutnya. (hilda.sabri@bisnis. co.id/arel.zufrizal@bisnis.co.id)

Oleh Hilda Sabri Sulistyo & Zufrizal
Wartawan Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up