Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Pelni dinilai lalai perhatikan keselamatan pelayaran

JAKARTA: Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Priok memperingatkan manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memerhatikan faktor keselamatan pelayaran, menyusul terjadinya percikan api yang berpotensi menimbulkan kebakaran pada kapal penumpang KM Kelud.

Percikan api terjadi ketika kapal yang membawa ribuan penumpang dari Batam tersebut akan memasuki perairan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kendati KM Kelud akhirnya dapat sandar di pelabuhan itu pada Kamis pukul 20.00 WIB, menurut Adpel Tanjung Priok Bobby R. Mamahit, peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan penumpang di atas kapal. "Saat sandar, petugas kami langsung memeriksa kelaiklautan kapal itu," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Seharusnya, kata Bobby, KM Kelud kembali berlayar pada pagi hari kemarin, tetapi untuk kepentingan pemeriksaan surat izin berlayar (SIB) kapal penumpang  yang dioperasikan Pelni itu ditahan sementara waktu oleh Adpel Tanjung Priok.

Nafri, Kepala Satuan Pengamanan dan Penertiban  pada Kantor Adpel Tanjung Priok yang ditugaskan meneliti penyebab peristiwa di KM Kelud itu, mengatakan untuk sementara waktu penyebab kebakaran diketahui akibat puntung rokok yang mengenai tumpukan karton di dek kapal.

"Percikan api sempat membesar meskipun akhirnya dapat dipadamkan oleh awak kapal," paparnya saat ditemui Bisnis seusai memeriksa kapal tersebut, kemarin.

Meskipun tidak ada korban jiwa dan kerusakan fisik kapal yang serius, kejadian itu dinilai merupakan pengabaian terhadap faktor keselamatan pelayaran. "Mestinya barang apa pun harus ditempatkan pada bagasi kapal, bukan di dek penumpang," ujarnya.

Edy Haryadi, Kepala Humas Pelni saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengatakan pihaknya masih mencari tahu penyebab peristiwa percikan api di dek kapal tersebut. "Selama ini kami telah memerhatikan unsur keselamatan pelayaran. Namun, kesadaran utama dari penumpang kapal itu sendiri," ujarnya.

Adpel Tanjung Priok sebelumnya pernah mengancam tidak mengeluarkan surat izin berlayar terhadap seluruh kapal penumpang Pelni karena banyak ditemukan kelebihan barang bawaan di kapal.  (k1)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up