Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Amazing Thailand 2009 diluncurkan saat politik labil

BANGKOK: Pemerintah Thailand optimistis masalah politik di negara itu tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan kepada industri pariwisata mereka.

Rabu malam lalu, pemerintah dan pelaku industri pariwisata negara itu resmi meluncurkan program pariwisata untuk tahun depan dengan tema Amazing Thailand 2009.

Sehari sebelumnya, dua orang tewas dan ratusan orang terluka akibat kerusuhan yang dipicu oleh aksi demonstrasi kelompok antipemerintah dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (People's Alliance for Democracy/PAD).

"Seperti kita ketahui bersama, terjadi insiden tidak jauh dari sini [tempat peluncuran Amazing Thailand 2009] kemarin. Namun, bagian lain dari Bangkok dan juga Thailand secara keseluruhan, kegiatan bisnis berjalan normal," ujar Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Weerasak Kowsurat, dalam acara peluncuran program pariwisata Thailand 2009 tersebut.

Dalam rangka peluncuran program itu, pemerintah dan pelaku industri pariwisata Thailand, melalui Tourism Authority of Thailand (TAT), mengundang lebih dari 1.000 orang dari 54 negara, termasuk Indonesia.

TAT menanggung seluruh biaya transportasi dan akomodasi para undangan yang terdiri dari pelaku industri pariwisata seperti pemilik atau pengelola biro perjalanan pariwisata, serta wartawan.

TAT tidak hanya mengundang negara-negara di kawasan Asia, tetapi juga dari Amerika dan Eropa.

"Anda harus melihat, merasakan, dan mempunyai pengalaman sendiri mengenai Thailand," ujar Weerasak.

Phornsiri Manoharn, Gubernur TAT, menyebutkan 2008 dan 2009 telah ditetapkan sebagai Tahun Kunjungan Thailand (Visit Thailand Year).

"Pemerintah Thailand juga telah menetapkan pada 2008 dan 2009 sebagai tahun investasi Thailand untuk pariwisata," ujarnya.

Namun, Phornsiri tidak menyebutkan nilai investasi atau anggaran yang disediakan pemerintah Thailand, melalui TAT, untuk pelaksanaan beragam program promosi pariwisata yang digelar.

Oleh Yeni H. Simanjuntak
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SKB empat menteri yang menuai kontroversi
  • LAYANAN
    Kunjungan wisman ke Sumut naik
  • LAYANAN
    Bandung kaji izin hotel baru
  • Kerja sama korporat tekan biaya medical check up