Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Jatim & KTI


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Deputi Menpera pertanyakan realisasi tower rusuna di Jatim

SURABAYA: Deputi Perumahan Formal, Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Zulfi Syarif Koto mempertanyakan realisasi program pembangunan sejumlah menara (tower) rumah susun sederhana (rusuna) di Jawa Timur, karena dinilai lamban.

Hingga Agustus 2008, menurut Syarif, masih belum ada perkembang an signifikan dari pemba ngunan rusuna di Jatim. Kondisi ini cukup disayangkan karena pembangunan Rusuna di Jatim mestinya diperkirakan lebih cepat dibanding Jawa Barat, terutama di kota Bandung.

"Setelah Jakarta, mestinya Jatim menjadi daerah kedua yang lebih cepat merealisasi rusuna. Kebutuhan masyarakat perkotaan di Jatim harus segera diatas i bersama," kata Zulfi pada pembukaan Rapat Koordinasi Pemantapan Prosedur Pemungutan Iuran Taperum Tahap II Wilayah Indonesia Timur di Surabaya, kemarin.

Pemba ngunan rusuna, ujarnya, tidak bisa dianggap program sambil lalu karena PP No.38/2007 secara tegas menyebut pemerintah daerah bertanggung jawab dalam pengadaan perumahan bagi rakyat.

Zulfi mencatat, hingga Agustus 2008, ada 75 tower rusuna di seluruh Indonesia dalam proses perizinan pembangunan dan 38 diantaranya under construction.

Sebanyak 10 dari 38 tower yang tengah dibangun itu kini memasuki topping off.

"Menara yang under construction itu terdiri 12 lantai atau rata-rata 300 unit di setiap tower. Pada 17 September 2008 akan ada serah terima kunci kepada penghuni di empat tower rusuna Jakarta dan Tangerang," tutur Zulfi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim Chaerul Djael ani mengatakan pembangun an rusuna sewa (rusunawa) dan rusuna milik (rusunami) di Jatim memerlukan peran optimal kalangan pengembang.

"Pengembang mestinya lebih optimal merealisasi rusuna. Kami juga menjumpai sejumlah kendala di lapangan terkait pengadaan lahan. Lahan di perkotaan kan mahal dan proses pengadaannya juga tidak mudah," ujar Chaerul. (k14)

BISNIS INDONESIA

bisnis.com

Berita Lain

  • Suparma fokuskan ekspor di Asia
  • Lesunya industri di Jatim diduga tekan penyerapan bahan baku
    Arus impor anjlok 30%
  • Pemkot Batu kembangkan kopi Arabika
  • SEKILAS
    Sidak hewan kurban digalakkan