Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Jatim & KTI


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

8 Waduk di DAS Kali Brantas 'lumpuh'

MALANG: Kondisi waduk (bendungan) di bawah pengelolaan Perum Jasa Tirta 1 Malang hampir sebagian besar mengalami penurunan daya tampung hingga hampir 50%.

Achmad Yunus, Legal dan Public Relation Affair Perum Jasa Tirta 1 Malang, mengatakan penyebab utama dari penyusutan daya tampung tersebut akibat sedimentasi (pendangkalan).

"Sediment a si sudah sedemikian tinggi mengakibatkan kapasitas rata-rata waduk sudah turun 50%," kata Yunus pada acara Workshop Pengelolaan Air Bersih, kemarin.

Kedelapan waduk di DAS Kali Brantas yang mengalami pengurangan kapasitas itu adalah Sengguruh, Sutami, Lahor, Wlingi, Lodoyo, Selorejo, Bening, dan Wonorejo.

Waduk Sengguruh yang dibangun 1988, awalnya mempunyai total kapasitas 21,5 juta m3, namun sejak 2003 terus susut, dan saat ini tinggal 2,3 juta m3 dengan tingkat laju sedimen 1,28 juta m3.

Untuk Sutami, yang saat mulai beroperasi pada 1977 menampung 342 juta m3, saat ini tinggal 174,6 juta m3 dengan laju sedimen 5,4 juta m3. Waduk Lahor tergolong parah, dari 36,1 juta m3 menjadi 31,3 juta m3 dengan laju sedimen 0,19 juta m3.

Bendungan Selorejo di Kec. Ngantang Kab. Malang yang dibangun 1970 juga tidak kalah parah. Dari 62,3 juta m3 menjadi 44 juta m3 dengan laju sedimen 0,55 juta m3.

Kondisi serupa juga dialami Waduk Wonorejo yang baru dibangun pada 2000, dari 111 juta m3 kini tinggal 110 juta m3 dengan laju sedimen 0,18 juta m3.

Arief L. Hakim, eksekutif Enviromental Service Program (ESP) Jawa Timur, mengatakan kondisi DAS Brantas dalam keadaan kritis, sedikitnya di 10 titik. (k25)

BISNIS INDONESIA

bisnis.com

Berita Lain

  • Suparma fokuskan ekspor di Asia
  • Lesunya industri di Jatim diduga tekan penyerapan bahan baku
    Arus impor anjlok 30%
  • Pemkot Batu kembangkan kopi Arabika
  • SEKILAS
    Sidak hewan kurban digalakkan