Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Jatim & KTI


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Pemkot Surabaya terus pacu pasar tradisional benahi diri

SURABAYA: Pedagang pasar tradisional di Surabaya diminta tidak takut bersaing dengan hipermarket-pasar modern seperti Carrefour dan mau diajak membenahi diri guna menciptakan suasana belanja yang nyaman.

Walikota Surbaya Bambang Dwi Hartono mengatakan saat ini kecenderungan konsumen memilih tempat belanja yang nyaman sehingga belanja di supermarket atau pasar modern semakin menjadi kebutuhan.

"Jadi pedagang di pasar tradisional jangan takut untuk bersaing dengan swalayan ini, dan justru perlu segera melakukan pembenahan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan seperti halnya di swalayan," ujar Bambang usai meresmikan peresmian beroperasinya gerai Gudang Rabat Alfa A Yani sebagai gerai Carrefour di Surabaya, kemarin.

Sebagaimana diketahui perusahaan ritel PT Alfa Retailindo Tbk telah mengganti 29 gerai Gudang Rabat Alfa menjadi Carrefour, dan tiga diantaranya berada di Surabaya. Pergantian nama tersebut terkait dengan pembelian 75% saham PT Alfa Retailindo milik PT Sigmantara Alfindo dan Prime Horizon Pte oleh PT Carrefour.

Selama ini, kata dia, Pemkod sudah sering mengumpulkan semua pengelola pasar tradisonal di luar PD Pasar Surya untuk menyampaikan tren belanja konsumen yang suka dengan kenyamanan. Dari hasil survei itu diharapkan bisa memacu manajemen untuk membenahi pasar tradisional bersangkutan.

Sebaliknya, lanjut dia, kehadiran pasar modern diminta untuk membantu memperluas akses bisnis para Usaha Kecil Menengah (UKM).

Bambang optimistis meski pasar modern semakin marak di kota Surabaya, pasar tradisional tidak akan kehilangan pembeli karena tidak semua konsumen suka membeli barang dengan harga pas. "Masih banyak konsumen yang suka dengan seni tawar-menawar di pasar tradisional," ujarnya.

Oleh Dwi Wahyuni
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Suparma fokuskan ekspor di Asia
  • Lesunya industri di Jatim diduga tekan penyerapan bahan baku
    Arus impor anjlok 30%
  • Pemkot Batu kembangkan kopi Arabika
  • SEKILAS
    Sidak hewan kurban digalakkan