Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Jatim & KTI


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Ribuan petani di Malang barat tinggalkan padi

MALANG: Merugi akibat tingginya biaya produksi membuat ribuan petani di wilayah Malang barat mulai dari Kec. Pujon, Ngantang, dan Kasembon Kab. Malang, mulai meninggalkan tanaman padi dan beralih ke komoditi lain.

Menurut Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur Kec. Ngantang Kabupaten Malang, Sukiyanto, saat ini bercocok tanam padi lebih banyak ruginya daripada untungnya.

Karena itu petani di Kec. Ngantang dan sekitarnya mulai mengalihkan diri ke rumput gajah atau kolonjono.

"Sebagai perbandingan, seperempat hektar lahan jika ditanam padi pendapatan yang dipetik tidak lebih dari Rp3 juta untuk sekali panen.

Sementara kalau menanam rumput gajah lahan seperempat hektare bisa menghasilkan pemasukan hingga Rp6 juta karena sekali panen bisa meraup Rp1,25 juta hingga Rp1,5 juta," kata Sukiyanto kepada Bisnis kemarin.

Selain itu, dibandingkan dengan padi, petani relatif tidak memerlukan tenaga ekstra untuk perawatan maupun pemupukan .

Mengingat tingkat resiko gagal panen rumput gajah relatif lebih kecil. Sementara kebutuhan rumput gajah untuk pakan ternak di wilayah Malang barat setiap harinya cukup tinggi.

"Per ikat (15 kg) rumput gajah bisa laku Rp15.000 dan 40 hari sekali petani sudah bisa memotong rumput.

Kalau padi harus nunggu empat bulan baru panen.

Dan selama itu biaya banyak terkuras untuk produksi dan perawatan." Sekretaris Kecamatan Ngantang Ruba`i mengatakan dari jumlah warga di Kec. Ngantang 3.600 jiwa, sekitar 1.024 orang adalah petani yang sudah beralih menanam rumput gajah. (k25)

BISNIS INDONESIA

bisnis.com

Berita Lain

  • Suparma fokuskan ekspor di Asia
  • Lesunya industri di Jatim diduga tekan penyerapan bahan baku
    Arus impor anjlok 30%
  • Pemkot Batu kembangkan kopi Arabika
  • SEKILAS
    Sidak hewan kurban digalakkan