Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Jatim & KTI


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 18/09/2008

'Performa AIG Life sangat sehat'

SURABAYA: PT AIG Life Insurance menegaskan performa usaha asuransi milik Grup AIG di Indonesia dalam kondisi sehat, sehingga para nasabahnya diminta tidak panik menyusul terjadinya krisis sektor perbankan di AS, yang juga berimbas negatif ke salah satu anak usaha Grup AIG di AS.

"Kondisi AIG Life saat ini sedang sehatsehatnya. Bahkan risk based capital [RBC] pada posisi 320%, jauh di atas ketentuan pemerintah 120%," kata Harisman Susanto, Regional Director AIG Life Surabaya kepada Bisnis, semalam.

Sehubungan dengan itu, Harisman meminta para nasabah asuransi tetap tenang dan tidak panik, menyusul krisis sektor keuangan di AS yang juga berimbas negatif terhadap salah satu anak usaha AIG di AS.

Dia menegaskan, para calon nasabah AIG di wilayahnya juga masih meneruskan aplikasi investasinya. "Jadi tidak usah khawatir." Harisman menjamin krisis yang sedang dia lami salah satu anak usaha AIG di AS tidak akan berdampak apapun terhadap industri asuransi milik AIG di Indonesia. "Tidak ada kaitannya. Ini perusahaan terpisah dan berbadan hukum usaha [PT] di Indonesia." Dia mencontohkan, beberapa perusahaan asuransi skala internasional mengalami krisis dan diakuisisi perusahaan asuransi lainnya, terbukti tidak sampai merugikan kepentingan nasabahnya. "Nasabah AIG Life di Indonesia tak mungkin menanggung resiko krisis yang dialami salah satu anak usaha AIG di AS." Mengenai resesi akibat gagal bayar itu, lanjutnya, telah ada perhatian dari pemerintah setempat. "Pemerintah AS telah mengizinkan penggunaan dana sebesar US$115 miliar untuk menyelesaikan krisis tersebut."

Berbeda dengan bank

Harisman juga menjelaskan sistem lembaga asuransi berbeda dengan bank yang mengenal likuiditas, sementara asuransi mengacu pada nilai yang didapat pada tahun mendatang.

"Dari segi aset dan likuiditas AIG internasional, krisis yang mendera salah satu anak usaha AIG di AS itu masih sangat jauh dari kategori mengganggu," katanya.

Dari catatan Bisnis, AIG di AS membukukan kerugian kuartal III/2008 sebesar US$18,5 miliar akibat penjualan swap kreditnya yang gagal bayar. Proteksi terhadap pinjaman investor juga anjlok seiring penurunan nilai premi. Perusahaan itu meng-cover US$441 miliar investasi pendapatan tetap untuk bank dan unit lainnya, termasuk US$57,8 miliar surat berharga di subprime mortgage.

Perusahaan asuransi ini mulai memasuki zona ketidakpastian pasca penurunan pe ringkat kredit pada 15 September 2008 karena AIG memiliki US$13 miliar kolateral yang harus segera dibayar. (k14) (surabaya@bisnis.co.id)

BISNIS INDONESIA

bisnis.com

Berita Lain

  • Suparma fokuskan ekspor di Asia
  • Lesunya industri di Jatim diduga tekan penyerapan bahan baku
    Arus impor anjlok 30%
  • Pemkot Batu kembangkan kopi Arabika
  • SEKILAS
    Sidak hewan kurban digalakkan