Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 16/05/2008

Tunas Finance bidik pembiayaan konsumen tumbuh 33%

JAKARTA: PT Tunas Financindo Sarana [Tunas Finance] memproyeksikan pembiayaan konsumen tumbuh 33% menjadi Rp2,4 triliun tahun ini yang didorong oleh peningkatan penjualan kendaraan bermotor.

Direktur Utama Tunas Finance Halim Gunadi mengatakan pembiayaan konsumen sampai Maret 2008 tumbuh 12% menjadi Rp 486 miliar. Kenaikan didorong oleh meningkatnya pasar pembiayaan mobil dan motor.

"Tahun ini pasar pembiayaan masih akan tumbuh dan kami memproyeksikan pembiayaan baru bisa mencapai Rp2,4 triliun tumbuh 33% dari tahun lalu Rp1,8 triliun," katanya saat paparan publik di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan tahun ini pihaknya akan memperluas jaringan pasar pembiayaan dengan membidik sejumlah kota yaitu Manado, Jambi, dan Denpasar yang dinilai sangat potensial.

Menurut dia, Tunas Finance membukukan laba bersih sebesar Rp25 miliar pada kuartal I/2008 meningkat 17% dari periode yang sama tahun lalu Rp22 miliar.

Belum lama ini, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan optimistis tidak akan merevisi pembiayaan tahun ini yang diproyeksi tumbuh 20% meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi direncanakan naik.

Ketua APPI Wiwie Kurnia mengatakan dampak kenaikan harga BBM itu pasti ada, tapi tidak akan berpengaruh besar terhadap pembiayaan di multifinance. Menurut dia, pengaruh kenaikan harga BBM hanya bersifat sementara dan akan kembali normal setelah satu atau dua bulan ke depan. Apalagi, lanjutnya, rencana kenaikan harga BBM tahun ini hanya sekitar 30% masih jauh dibandingkan dengan 2005 hingga 100%.

"Tapi multifinance harus lebih hati-hati dalam merealisasikan pembiayaan agar pembiayaan macet bisa terkendali pada level kurang dari 3%. Seperti tahun lalu hanya 2,05%."

Pasar otomotif

PT Tunas Ridean Tbk, induk perusahaan Tunas Finance, menargetkan penjualan mobil baru tahun ini sebanyak 24.270 unit tumbuh 33% dari tahun lalu. Begitu juga dengan penjualan sepeda motor baru ditargetkan naik 22% mencapai 118.800 unit.

Managing Director Tunas Ridean Rico Setiawan mengatakan tengah mencari pembiayaan Rp1 triliun dari total Rp2,4 triliun yang akan digunakan untuk mencapai target penjualan 33% .

Dia memaparkan hingga April tahun ini kondisi pasar otomotif nasional masih tumbuh 40% dan belum terpengaruh isu kenaikan harga BBM.

Dia menyatakan optimistis dengan kinerja perseroan sepanjang tahun ini meski dihadapkan dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Juni mendatang. "Perseroan belum berencana mengoreksi target 2008 dan belum memperhitungkan faktor kenaikan suku bunga perbankan akibat laju inflasi pada kuartal pertama tahun ini."

Rico memperkirakan jika harga BBM naik, pasar otomotif nasional bisa terkoreksi sekitar 10%-20% dan berpotensi memengaruhi penjualan divisi otomotif perseroan. Namun, kondisinya tidak akan seperti 2005 yang turun hingga 50% akibat harga BBM naik dua kali lipat.

Pada kuartal pertama tahun ini, lanjutnya, Tunas Ridean mencatat laba bersih Rp58 miliar naik 28%. (17) (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MEDIASI
    BNI biayai apartemen St. Moritz
  • Mayapada garap kredit mikro
  • Visa: Belanja komersial tumbuh 16,2%
  • Tuntutan Geria dianggap salah alamat
    Bank sentral tolak cairkan GWM 3 bank