Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 16/05/2008

Pegadaian raup kredit Rp1 triliun

JAKARTA: Perum Pegadaian mendapatkan komitmen kredit dari PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai total Rp1 triliun.

Bank Mandiri mempunyai komitmen menyalurkan kredit senilai Rp500 miliar dan BRI sebesar Rp500 miliar. Langkah ini ditempuh oleh Pegadaian setelah menunda penerbitan obligasi senilai Rp600 miliar mengingat situasi pasar keuangan yang kurang kondusif.

Direktur Keuangan Pegadaian Budiyanto mengatakan tenor dari kredit tersebut mencapai satu tahun. "Tenornya ditetapkan setahun, tetapi tidak masalah karena bisa saja jatuh tempo kreditnya diperpanjang lagi [roll over]. Kami sudah mendapatkan kepastian kredit dari Bank Mandiri senilai Rp500 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp500 miliar akan diperoleh dari BRI yang sedang dituntaskan negosiasinya," ujarnya pekan ini.

Dia mengatakan kredit tersebut untuk mendukung rencana ekspansi pembiayaan Pegadaian pada tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp25,97 triliun. Tahun lalu, pembiayaan Pegadaian mencapai Rp21 triliun dengan perolehan laba sebelum pajak mencapai Rp610 miliar."Dalam waktu dekat kreditnya akan dicairkan." Tahun ini, Pegadaian akan mencari dana sebesar Rp1,25 triliun dari sumber pendanaan eksternal.

Budiyanto menargetkan entitas bisnis tersebut bisa masuk ke pasar modal pada tahun depan. "Kalau perubahan status dari perum menjadi perseroan terbatas sudah dituntaskan, kami akan menyiapkan skema penawaran saham perdana."

Kementerian BUMN dan manajemen Pegadaian berupaya menuntaskan perubahan statusnya dari perum menjadi perseroan sebagai persiapan masuk ke pasar modal.

Hasil kajian mengenai perubahan status perum menjadi persero ke Kementerian Negara BUMN, selaku pemegang saham. Penyerahan hasil kajian itu terlaksana pada Agustus 2007.

Menurut hasil kajian serta rekomendasi pihak pengawas, Pegadaian sudah siap beralih status menjadi perseroan.

Oleh M. Munir Haikal
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MEDIASI
    BNI biayai apartemen St. Moritz
  • Mayapada garap kredit mikro
  • Visa: Belanja komersial tumbuh 16,2%
  • Tuntutan Geria dianggap salah alamat
    Bank sentral tolak cairkan GWM 3 bank