Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
Laba Berlian Tanker melesat 6 kali lipat
JAKARTA: PT Berlian Laju Tanker Tbk membukukan lonjakan laba bersih lebih dari enam kali lipat menyusul perubahan nilai wajar atas obligasi konversi dan pendapatan angkutan yang lebih tinggi.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, perusahaan pelayaran pengangkut bahan kimia dan minyak mentah ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,10 triliun, naik Rp924 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp179,58 miliar.
Kenaikan laba bersih ini terjadi sehubungan dengan adanya lonjakan pendapatan (one time gain) yang signifikan. Pendapatan itu berasal dari perubahan nilai wajar atas obligasi konversi dan wesel bayar sebesar Rp917,37 miliar.
Di samping itu, perseroan juga membukukan peningkatan pendapatan investasi sebesar Rp25 miliar menjadi Rp36,96 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp11,96 miliar.
Selain itu, pada tahun ini Berlian Laju membukukan bagian laba bersih perusahaan asosiasi sebesar Rp1,29 miliar dari sebelumnya merugi Rp18,96 juta.
Pada kuartal I/2008, pendapatan usaha perseroan naik 86,4% dari Rp840,21 miliar menjadi Rp1,57 triliun. Beban langsung meningkat, dengan besaran yang sama dengan pendapatan, dari Rp534,05 miliar menjadi Rp995,76 miliar.
Walau demikian, laba kotor tetap melesat dari Rp306,15 miliar menjadi Rp570,51 miliar, dan laba usaha naik menjadi Rp500,34 miliar dari sebelumnya Rp265,44 miliar.
Harga saham Berlian Laju pada perdagangan kemarin ditutup stagnan di level Rp2.200, menjadikan kapitalisasi pasarnya bernilai Rp10,09 triliun. Transaksi saham berkode BLTA ini mencapai volume 11,45 juta saham.
Bagi dividen
Pada akhir bulan lalu, rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST & LB) Berlian Laju memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp50 per saham kepada pemegang saham.
Menurut Direktur Keuangan Berlian Kevin Wong, rasio dividen itu mencapai 27% dari laba bersih 2007 yang sebesar Rp758,98 miliar. Adapun, pendapatan Berlian Laju pada tahun lalu mencapai Rp3,64 triliun.
"Pendapatan Berlian Laju tahun ini bisa tumbuh minimal 50% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu. Sumbangan tersebut berasal dari Chembulk," tuturnya seusai RUPST & LB pada 29 April.
Berlian, kata dia, akan membayar obligasi Rp400 miliar dan utang talangan US$250 juta yang jatuh tempo tahun ini. Pelunasan utang diperkirakan dapat menekan rasio utang terhadap ekuitas perseroan menjadi 2,5 kali pada Juni.
Perseroan juga menunda penerbitan obligasi menyusul kondisi pasar keuangan yang belum kondusif dan laporan keuangan per 31 Desember 2007 yang kurang bagus.
Laporan keuangan itu memperlihatkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perseroan mencapai 3,6 kali, jauh di atas batasan covenant yang sebesar 2,5 kali sebagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan untuk perusahaan penerbit obligasi domestik.
Kondisi ini menyebabkan wali amanat obligasi Berlian Laju mengirim surat peringatan kepada perseroan agar memperbaiki rasio keuangannya dalam tempo 120 hari-180 hari sejak 17 Maret 2008.
Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSEKUTIF
Membuktikan khasiat air - Legalitas merger Niaga-Lippo rampung 1 Oktober
- Multifinance milik bank tumbuh 30%
- MEDIASI
BTPN perkuat infrastruktur - MEDIASI
UKM paling tahan banting