Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 17/05/2008

Multifinance masih berpeluang tingkatkan pinjaman

JAKARTA: Rasio utang terhadap modal (gearing ratio) beberapa perusahaan pembiayaan tidak lebih dari empat kali yang berarti peluang untuk meningkatkan pinjaman masih terbuka.

Sejumlah perusahaan multifinance memiliki gearing ratio masih di bawah ketentuan yang disyaratkan. PT Adira Dinamika Multi Finance sebanyak 0,8 kali, PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) sebanyak 0,9 kali, dan PT Intan Baruprana Finance sebanyak 3 kali.

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multifinance Hafid Hadeli mengatakan nilai pinjaman perseroan saat ini sekitar Rp1 triliun masih di bawah jumlah modal yang dimiliki mencapai Rp1,2 triliun.

"Rasio utang Adira Finance masih kurang dari satu kali dari ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.84/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan dengan komposisi sebanyak 10 kali nilai modal," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Hafid memaparkan angka maksimal pinjaman perseroan berdasarkan PMK bisa mencapai Rp12 triliun atau sepuluh kali nilai modal yang dimiliki. Untuk itu, Adira Finance masih sangat leluasa dalam memanfaatkan dana pinjaman.

Apalagi, lanjut Hafid, bulan lalu pihaknya telah melunasi obligasi yang jatuh tempo senilai Rp500 miliar yang asalnya akan menggunakan dana pinjaman. Namun, perseroan memutuskan untuk menggunakan kas sendiri.

Direktur PT Intan Baruprana Finance Ibrahim Atje mengatakan gearing ratio perseroan sebanyak empat kalinya modal perusahaan saat ini Rp50 miliar dengan pinjaman hingga kuartal pertama tahun ini sekitar Rp200 miliar.

Untuk memperbesar komposisi pinjaman, sambungnya, perseroan berencana menambah modal pada tahun ini hingga Rp100 miliar sesuai dengan standar modal yang ditetapkan dalam PMK.

"Tahun ini, kami akan meningkatkan kekuatan modal guna memaksimalkan pembiayaan yang diharapkan dapat meningkat hingga 100% dari tahun lalu. Hal itu untuk memperbesar gearing ratio perseroan," tuturnya.

Ketentuan gearing ratio mengacu pada PMK No. 84/ 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, khususnya Pasal 25 Ayat 3 menyebutkan jumlah pinjaman dibandingkan dengan modal sendiri ditetapkan setinggi-tingginya sepuluh kali.

Gearing ratio multifinance lainnya, seperti WOM Finance hanya 0,9 kali dengan jumlah modal perseroan mencapai Rp4,81 triliun serta nilai pinjaman sebesar Rp4,46 triliun.

Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Freddy Saragih mengatakan belum ditemukannya hal-hal yang mendesak bagi industri untuk mengubah komposisi gearing ratio yang kini mencapai 10 kali.

Menurut dia, komposisi gearing ratio perusahaan pembiayaan dinilai sudah memadai untuk perkembangan ke depan sehingga tak perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap ketentuan tersebut. (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Danamon tunggu izin tambah saham Adira Finance
  • PROTEKSI
    Litigasi di multifinance 0,1%
  • PROTEKSI
    Nora Johnson masuk direksi AIG
  • PROTEKSI
    Tornado kikis keuntungan asuransi
  • AJB Bumiputera ganti dirut
  • Dapen minati surat utang negara
  • Dana kelolaan anjlok
    Asuransi pertahankan bisnis anuitas
  • Bank Ekspor raih kredit US$100 juta
  • PROTEKSI
    Asuransi kirim surat ke pemerintah