Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

IPO Prima Petro mencapai Rp500 miliar

JAKARTA: Perolehan dana dari penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) PT Prime Petroservices diproyeksikan bisa menembus Rp500 miliar. Perseroan juga akan mengalokasikan lebih dari 50% saham IPO untuk pemodal lokal.

Dengan perkiraan dana yang bisa diraup sebesar itu, harga saham calon emiten ini kemungkinan dilepas di kisaran Rp252-Rp280 per saham. Prime Petro akan melepas 1,78 miliar saham.

Presiden Direktur Recapital Advisors Rosan P. Roeslani, yang menangani aksi korporasi itu mengatakan pasar domestik kemungkinan besar akan mampu menyerap saham yang dilepas, lantaran prospek bisnis perseroan yang menguntungkan.

"Bisnis infrastruktur migas masih bisa maksimal. Karena itu, tidak masalah jika dalam IPO Prime Petro Services investor asing tidak akan diberi porsi yang besar," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dana yang diperoleh akan dipakai perseroan untuk membiayai pembangunan fasilitas LNG yang akan dipasok untuk pembangkit PT Indonesia Power di Bali senilai Rp3 triliun. Pembangunan dilakukan oleh anak perusahaan Prime, PT Indogas Kriya Dwiguna.

Perseroan optimistis pada tahun ini bisa mencatat pendapatan Rp500 miliar, naik 197% dari pendapatan tahun lalu Rp168,4 miliar, sedangkan laba bersihnya diproyeksikan Rp41 miliar atau naik 27% dari tahun lalu sebesar Rp32,28 miliar.

Sekretaris Perusahaan Prime Petroservices Erlan Hidayat mengatakan perseroan berkomitmen untuk membangun fasilitas LNG tersebut. Dana Rp3 triliun dibutuhkan hingga 2010.

Aksi korporasi itu merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dana, di samping dari suntikan modal pemegang saham dan pinjaman siaga dari sindikasi beberapa bank.

"Untuk persentasenya, kami belum bisa mengungkapkan. Yang jelas IPO menjadi salah satu cara untuk mendapatkan dana yang kami butuhkan hingga Rp3 triliun itu."

Prime Petroservices sejauh ini mengadakan pembicaraan dengan beberapa bank lokal dan bank asing, sehingga dalam waktu dekat ini diharapkan dana yang dibutuhkan telah tersedia.

Prime Petro dimiliki oleh PT Recapital Advisor, melalui anak usahanya PT Eclipse Pacific 79%, PT Barata Makmur Abadi 9,8%, dan 11,18% saham dimiliki oleh sejumlah perusahaan.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MEDIASI
    BNI biayai apartemen St. Moritz
  • Mayapada garap kredit mikro
  • Visa: Belanja komersial tumbuh 16,2%
  • Tuntutan Geria dianggap salah alamat
    Bank sentral tolak cairkan GWM 3 bank