Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

Baruprana Finance garap pembiayaan konsumen

JAKARTA: PT Intan Baruprana Finance, multifinance yang bergerak di sewa guna usaha alat berat, akan berekspansi ke pembiayaan konsumen mulai semester II/2008 dengan membidik pasar di sektor produktif.

Dirut Intan Baruprana Finance Ibrahim Atje mengutarakan perseroan selama ini hanya bergerak di leasing alat berat. Padahal, semua proyek yang dibiayai membutuhkan dukungan alat transportasi untuk mengangkut hasil perkebunan, perkayuan, dan pertambangan.

"Pasar pembiayaan konsumen ini masih terkait dengan kegiatan usaha yang digarap perseroan yakni menyediakan alat angkut seperti truk yang permintaannya cukup besar, sehingga perseroan akan membiayainya mulai semester kedua ini," jelasnya di Jakarta, kemarin.

Hingga Juni 2008, Baruprana Finance telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp200 miliar, meningkat dua kali lipat dari periode sama tahun lalu sekitar Rp98 miliar. Tahun ini, perseroan mengincar pembiayaan alat berat sebesar Rp400 miliar.

Ibrahim menuturkan ekspansi pembiayaan itu tidak masuk dalam rencana bisnis perseroan yang dicanangkan pada awal tahun lalu, sehingga tidak ada target pembiayaan yang akan disalurkan melalui pembiayaan konsumen ini.

Menurut dia, pembiayaan konsumen yang akan digarap itu tergolong sektor produktif dan sangat potensial untuk dikembangkan, terutama pengadaan alat angkut truk bekas yang dibutuhkan di sektor perkebunan, pertambangan, perkayuan, dan konstruksi.

"Porsi pembiayaan konsumen ini diprioritaskan untuk truk bekas karena kepentingan usaha di sektor produktif ini sepertinya akan lebih efisien menggunakan truk bekas daripada baru," jelasnya.

Saat ini, perseroan tengah mengembangkan database melalui mitra perseroan yang selama ini telah bekerja sama untuk mengetahui volume permintaan alat angkut yang akan dibiayai.

Dia menambahkan leasing alat berat merupakan bisnis utama perseroan yang sebagian besar dibiayai dengan menggunakan valuta asing (70%) terutama dolar AS dan sisanya menggunakan rupiah. Adapun untuk pembiayaan konsumen ini semuanya dalam bentuk rupiah.

Untuk meningkatkan pendanaan, Baruprana Finance tengah menjajaki pinjaman berdenominasi dolar AS melalui bank asing untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan senilai Rp400 miliar. (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mandiri Finance cari pinjaman Rp210 miliar
  • Sun Life cari pengelola unit-linked
  • Asuransi umum kesulitan pertahankan laba
  • MEDIASI
    BI tinjau izin akuisisi BII