Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

Bank DKI perlu tambahan modal

JAKARTA: PT Bank DKI berencana menambah modal sekitar Rp300 miliar untuk menjaga rasio kecukupan modal akibat ekspansi kredit. Bank itu menyiapkan dua opsi penambahan modal melalui penerbitan obligasi atau penawaran saham perdana.

"Kami berusaha menjaga agar rasio kecukupan modal tetap di atas 15%. Memang sekarang masih di atas itu. Namun, bila melakukan ekspansi kredit, maka CAR akan tergerus," kata Direktur Utama Bank DKI Winny E. Hassan seusai Bisnis Indonesia Award 2008 di Jakarta, Selasa malam.

Rencana penambahan modal tersebut akan dilaksanakan sekitar akhir tahun ini. Penawaran saham perdana akan menjadikan Bank DKI sebagai bank publik bersama sejumlah bank daerah yang juga memiliki rencana serupa seperti Bank Jabar Banten.

"Kemungkinan tersebut masih kami jajaki, tetapi yang paling memungkinkan adalah penerbitan obligasi," kata Winny.

Tahun ini, Bank DKI telah menerbitkan surat utang senilai Rp750 miliar yang terbagi atas obligasi senior senilai Rp425 miliar dengan tenor lima tahun. Adapun, obligasi subordinasi senilai Rp325 miliar dengan tenor 10 tahun.

Obligasi subordinasi menjadi alternatif di kalangan bank untuk menggenjot rasio kecukupan modal. Separuh dari hasil penerbitan obligasi tersebut untuk menambah modal lapis ke dua bank sehingga rasio kecukupan modal suatu bank meningkat.

Manajemen bank yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta ini, hingga Juni 2008 telah merealisasikan laba bersih sebesar 50% dari yang ditargetkan tumbuh 20%. Tanpa menyebutkan angka pasti Winny mengatakan perseroan juga telah menyalurkan seperempat dari target penyaluran kredit tahun ini yang tumbuh 20%.

"Penyaluran kredit hingga kuartal II/2008 masih di bawah target karena prisip kehati-hatian yang diterapkan," kata Winny.

Saat ini, kredit masih difokuskan kepada sektor riil seperti perdagangan, industri, konstruksi, dan infrastruktur sebesar 40%.

Winny menambahkan Bank DKI juga sedang menjajaki pembiayaan infrastruktur jalan tol secara sindikasi. "Bank-bank yang lain sudah teken, tetapi masih belum bisa cair karena masalah lahan." (18)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MEDIASI
    BNI biayai apartemen St. Moritz
  • Mayapada garap kredit mikro
  • Visa: Belanja komersial tumbuh 16,2%
  • Tuntutan Geria dianggap salah alamat
    Bank sentral tolak cairkan GWM 3 bank