Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
22 Investor minati BTN
JAKARTA: Sedikitnya 22 perusahaan investasi internasional menyatakan tertarik untuk berinvestasi pada PT Bank Tabungan Negara apabila melepas sebagian sahamnya ke publik melalui initial public offering (IPO).
Ketertarikan sejumlah investment banking itu disampaikan dalam roadshow persiapan IPO BTN ke Singapura dan Hong Kong, belum lama ini. Namun, dalam acara tersebut tidak ada kesepakatan bisnis antara investor dan bank pelat merah itu.
"Karena roadshow ini sifatnya nondeal, jadi kami tidak menjalin kesepakatan apa-apa. Hanya penjajakan pasar saja," kata Dirut BTN Iqbal Latanro di sela-sela acara penyaluran dana bantuan BTN kepada Yayasan Nurani Bangsa di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan sejumlah investor tertarik dengan bisnis inti BTN yang membiayai kredit perumahan, meskipun di tengah gejolak perekonomian seperti ini, tetap mengalami pertumbuhan dan belum ada peningkatan kredit bermasalah yang signifikan.
Di samping itu, lanjutnya, kredit perumahan di Indonesia dipandang sejumlah investor asing sangat prospektif untuk dikembangkan, di tengah meningkatnya permintaan kebutuhan tempat tinggal dengan populasi penduduk yang besar.
"Mereka menilai demand perumahan di Indonesia masih cukup besar. Jadi, mereka tertarik," ujarnya.
Menurut dia, hasil dari roadshow itu akan diajukan ke pemegang saham dan kemudian diputuskan pemerintah bersama legislatif. "Masalahnya rencana IPO itu kan belum dapat izin dari legislatif juga. Jadi, kami belum bisa memastikan siapa investornya yang akan masuk."
Dalam kesempatan itu, Direktur BTN Saud Pardede menyampaikan sejumlah investor yang hadir dalam presentasi itu adalah investment banking yang berasal dari sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Investor tersebut di antaranya, Goldman Sach dan Chapman Taylor-perusahaan investasi asal AS, Fortis International-perusahaan investasi dari Eropa-dan Union Bank of Switzerland, salah satu bank terbesar di kawasan Eropa.
Saud menjelaskan sejumlah perusahaan investasi itu lebih memprioritaskan investasi pada perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, migas dan perbankan, sehingga mereka tertarik membidik pasar Indonesia.
"Selain bank, mereka juga membidik perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan dan migas, karena saat ini juga prospektif," jelasnya.
Pada semester II tahun ini ditargetkan BTN akan melantai ke bursa dengan melepas 30% sahamnya ke publik dan diharapkan bisa meraup dana sebesar Rp1,9 triliun-Rp2 triliun.
Namun, pemegang saham dan direksi masih menunggu persetujuan dewan untuk menjual saham bank BUMN itu. Rencananya, pemegang saham akan bertemu dengan legislator bulan ini dengan berbekal hasil roadshow di Singapura dan Hong Kong. (11/18)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Perbanas: Konsolidasi bank meleset
- Kredit BCA tembus Rp100 triliun
- Asuransi umum jajaki merger
- BI minta bank tidak umbar kredit
- PROTEKSI
Cigna kembangkan model bisnis baru