Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Dapen minati surat utang negara

JAKARTA: Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) memprediksi investasi dana pensiun pada surat utang negara semakin besar menyusul tingkat imbal hasil produk itu tinggi hingga 13%.

Ketua Umum ADPI Bambang Eddy Praptono mengatakan saat ini dana pensiun cenderung menempatkan dana kelolaan pada surat utang negara (SUN) dibandingkan dengan obligasi yang pasarnya sedang tidak stabil.

"Dana pensiun prioritaskan investasi pada produk jangka panjang untuk mengendalikan risiko dalam pengembangan dana kelolaan, salah satunya penempatan pada SUN yang imbal hasilnya saat ini cukup tinggi," jelasnya kepada Bisnis, kemarin.

Berdasarkan data Biro Dana Pensiun Bapepam-LK komposisi investasi dana pensiun per April 2008 mencapai Rp90 triliun, terdiri atas deposito dan sertifikat deposito 25%, obligasi 28%, SUN 22%, saham 13% serta penempatan langsung lainnya 12%.

Menurut dia, dana investasi kurang cocok ditempatkan pada surat utang syariah (sukuk) mengingat imbal hasil dari produk itu tidak seimbang dengan besaran kewajiban yang harus ditanggung pengelola.

Dia memaparkan penempatan investasi dana pensiun harus mempertimbangkan pada kemampuan aset terhadap kewajiban, terutama memperhitungkan beban manfaat pensiun yang akan dibayarkan.

Selain itu, katanya, pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan meningkatkan investasi pada sektor properti yang dinilai memiliki kesamaan dengan kepentingan investasi jangka panjang.

Secara terpisah, Kabid Investasi ADPI Djony Rolindrawan mengatakan selama ini tidak ada pemindahan investasi dana kelolaan, sehingga portofolio masih tetap. Adapun perubahan nilai dan porsi investasi lebih banyak dipengaruhi pergerakan harga pada produk investasinya. (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BI: Bank salah hitung soal likuiditas
  • DBS lipat gandakan karyawan
  • BUMN agar pindahkan dana ke dalam negeri
  • Askes suntik modal InHealth Rp300 miliar