Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 18/07/2008
Bank Ekspor raih kredit US$100 juta
JAKARTA: PT Bank Ekspor Indonesia memperoleh pinjaman sindikasi dari lima bank sebesar US$100 juta untuk mendukung pembiayaan ekspor bank milik pemerintah itu.
Kelima bank yang berpartisipasi di antaranya The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, Natixis, Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd, Standard Chartered Bank, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation. Seluruhnya bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers and Bookrunners dengan agen fasilitas Natixis.
Presiden Direktur Bank Ekspor Indonesia Arifin Indra mengatakan pinjaman sindikasi tersebut memiliki jangka waktu selama satu tahun dengan suku bunga London interbank offered (Libor) +80 basis poin.
"Fasilitas pinjaman medium term itu adalah yang pertama untuk bagi BEI pada tahun ini," katanya saat konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Pinjaman sindikasi tersebut telah ditandatangani pada 11 Juli 2008 di Singapura dan ditanggung seluruhnya oleh Mandated Lead Arrangers dengan opsi menambah (green shoe option) fasilitas kredit hingga US$80 juta.
Menurut Arifin, diraihnya pinjaman tersebut menyebabkan rasio antara pinjaman sindikasi dan bilateral Bank Ekspor saat ini satu berbanding empat. "Untuk pinjaman bilateral, kami biasanya mendapatkan dari bank juga."
Ekspor CPO
Pembiayaan Bank Ekspor sejauh ini masih dominan untuk ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/ CPO). Hingga Juni, bank yang segera berubah menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia itu membukukan laba bersih Rp147 miliar lebih dari separuh dari target tahun ini Rp278 miliar.
Bank Ekspor mengelola aset Rp12,66 triliun. Manajemen menargetkan total aset akhir tahun sebesar Rp13,9 triliun atau naik dari tahun lalu sebesar Rp10,28 triliun.
Perseroan juga mematok penyaluran kredit hingga akhir tahun sebesar 85% dari target total aset atau sekitar Rp11,81 triliun, meningkat dari tahun lalu sebesar Rp6,38 triliun. Hingga Juni 2008, telah terealisasi sebesar Rp8,96 triliun.
Suku bunga kredit Bank Ekspor saat ini berkisar antara 9,75% hingga 13%.
Arifin menambahkan perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit, hal tersebut terlihat dengan rasio kredit bermasalah kotor (NPL gross) sebesar 0,92%. "Kami akan berusaha mempertahankan NPL hingga akhir tahun tetap di bawah 1%." (18) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTFOLIO
Victoria perkuat jaringan kantor - CIMB Niaga incar pembiayaan mikro
- Pertumbuhan asuransi global tersendat
- Krakatau Steel finalisasi kredit US$200 juta
- Pemerintah panggil BUMN terkait transaksi derivatif