Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Legalitas merger Niaga-Lippo rampung 1 Oktober

JAKARTA: CIMB Group sebagai pemilik PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk menargetkan aspek legal dalam penggabungan usaha kedua bank selesai pada 1 Oktober dan integrasi bisnis rampung pada triwulan IV 2009.

Rapat umum pemegang saham luar biasa kedua bank yang dilakukan kemarin memutuskan persetujuan rencana merger dengan kesepakatan penggunaan PT Bank CIMB Niaga sebagai identitas baru.

Group Chief Executive CIMB Group Dato Sri Nazir Razak mengatakan penggabungan usaha kedua perusahaan akan membuat CIMB Niaga menjadi bank terbesar kelima di Indonesia berdasarkan jumlah aset.

Dia menyebutkan sebanyak 10.560 karyawan atau sekitar 96% dari gabungan staf Bank Niaga dan Bank Lippo setuju menjadi bagian dari CIMB Niaga terkait dengan rencana peleburan kedua perusahaan itu.

Nazir menyebutkan proses merger masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait di Indonesia dan Malaysia dengan target penyelesaian keseluruhan proses hukum penggabungan usaha pada 1 Oktober 2008. Sementara untuk integrasi bisnis secara keseluruhan diharapkan dapat selesai pada triwulan IV 2009.

"Tujuan dari penggabungan usaha ini adalah untuk bertumbuh sehingga tidak ada pemutusan karyawan. Kami senang dengan tingginya jumlah karyawan yang memutuskan untuk bergabung dengan kami," katanya kemarin.

Menurut dia, CIMB Group akan memiliki 58,7% hingga 81,3% saham di Bank CIMB Niaga, tetapi bergantung padajumlah pemegang saham minoritas yang akan memilih untuk berpartisipasi dalam kepemilikan di bank baru tersebut.

Khazanah Nasional Berhad sebagai pemilik CIMB Group menyiapkan dana sebesar Rp7,1 triliun untuk biaya merger dan penawaran fasilitas siaga (voluntary stand-by facility) Bank Niaga dan Bank Lippo. (18)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PORTOFOLIO
    Pembiayaan Surya Arta naik
  • PORTOFOLIO
    Kredit CIMB Niaga melambat
  • Pembiayaan BNI syariah Rp3,05 triliun
  • Bapepam-LK awasi profil risiko multifinance