Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Multifinance milik bank tumbuh 30%

JAKARTA: Perusahaan multifinance yang mendapatkan dukungan dana hampir sepenuhnya dari bank sebagai induk usaha, mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di atas 30%.

Beberapa perusahaan jasa pembiayaan (multifinance) memperoleh fasilitas pendanaan dari induk usahanya yang berkisar 75%-100% dari dana yang dibutuhkan untuk pembiayaan. Hal itu, turut mendorong pertumbuhan pembiayaan perusahaan tersebut.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, misalnya mendapatkan 80% kebutuhan dana dari Bank Danamon. Kebutuhan perusahaan lain seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk tercatat sebesar 75% dari Bank BII dan PT Mega Finance hingga 100% dari Bank Mega.

Dukungan penuh dari bank sebagai induk usaha berkorelasi positif yang terlihat dari kinerja WOM Finance per Juni 2008 yang mampu menyalurkan pembiayaan Rp2,5 triliun atau tumbuh 35%.

Adira Finance juga membukukan penyaluran sebesar Rp6,4 triliun atau tumbuh 31% dari periode yang sama tahun lalu Rp4,7 triliun. Adapun Mega Finance, perusahaan pembiayaan yang beroperasi sejak akhir tahun lalu, menyalurkan pembiayaan Rp800 miliar atau tercapai 55% dari target tahun ini Rp1,5 triliun.

Presdir Mega Finance Wiwie Kurnia mengutarakan perseroan mengandalkan sumber pendanaan seluruhnya dari Bank Mega yang menyediakan fasilitas secara leluasa untuk kebutuhan pembiayaan.

"Fasilitas dana yang cukup leluasa dari induk usaha bank ini memang membantu perseroan dalam menyalurkan pembiayaan, tapi kinerja itu ditentukan juga oleh kemampuan perseroan masing-masing dalam mengelola bisnisnya," jelasnya kepada Bisnis, kemarin.

Pembiayaan bersama


Wiwie menjelaskan fasilitas sebesar Rp1,5 triliun dari Bank Mega siap digunakan dengan skema pembiayaan bersama (joint financing). "Sumber pendanaan sepenuhnya diperoleh dari Bank Mega dan belum perlu menggunakan pinjaman lain baik untuk kebutuhan pembiayaan maupun untuk pengembangan cabang baru," katanya.

Mega Finance merupakan anak perusahaan Bank Mega yang memiliki dua perusahaan pembiayaan yakni Mega Auto Finance yang membiayai motor merek Yamaha dan Mega Central Finance yang membiayai motor merek Suzuki dan Honda.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan perseroan selama ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Danamon sekitar 80%-90% dari kebutuhan yang diserap berkesinambungan.

Menurut dia, dengan adanya fasilitas dana itu cukup membantu perseroan dalam memenuhi pembiayaan yang setiap tahun tumbuh sekitar 30%. Dia mengakui hubungan istimewa dengan Bank Danamon menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan perseroan.

Adira Finance merupakan anak usaha Bank Danamon yang menguasai saham sebesar 75%. Rencananya kepemilikan saham itu akan ditambah sebesar 20% menjadi sekitar 95%.

Presdir WOM Finance Suwandi Wiratmo mengutarakan dana disediakan dari Bank BII sebesar 75% dari kebutuhan dana tahun ini Rp12,5 triliun melalui pembiayaan bersama. (17) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mandiri Finance cari pinjaman Rp210 miliar
  • Sun Life cari pengelola unit-linked
  • Asuransi umum kesulitan pertahankan laba
  • MEDIASI
    BI tinjau izin akuisisi BII