Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Penjualan Mayora tembus Rp1,8 triliun

JAKARTA: Penjualan PT Mayora Indah Tbk pada semester I/2008 diperkirakan melampaui separuh target sepanjang tahun ini Rp3,45 triliun karena kenaikan volume penjualan pada semua jenis produk.

Direktur Keuangan Mayora Hermawan Lesmana mengatakan penjualan perseroan pada semester lalu sesuai dengan prediksi. "Bahkan melebihi sedikit dari prediksi kami, terakhir kalau Rp1,8 triliun juga sudah dapat," tuturnya saat dihubungi Bisnis pada Jumat, pekan lalu.

Sebagai gambaran pada semester I/2007, Mayora membukukan penjualan bersih Rp1,32 triliun. Perolehan tersebut naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp867,59 miliar.

Menurut dia, pertumbuhan kinerja lebih banyak didorong oleh peningkatan volume penjualan dibandingkan dengan harga jual. Kenaikan volume penjualan terjadi pada semua produk perseroan, sedangkan kenaikan harga jual hanya terjadi pada produk tertentu.

Mayora adalah produsen sekaligus distributor makanan konsumer. Pada kurun Januari-Juni, perseroan menaikkan harga jual produk rata-rata 5%-8% untuk mengimbangi peningkatan biaya seperti harga bahan baku. Harga komoditas yang terus melambung mengikuti harga dunia, katanya, dikhawatirkan menggerus margin kotor perseroan.

"Namun, fenomena harga komoditas yang tinggi ini berhasil kami imbangi dengan cara mengurangi bujet promosi seperti untuk iklan. Sebagai kompensasinya, kami pun optimistis bisa mencapai target laba bersih Rp168 miliar pada tahun ini dan bahkan bisa melebihi target sedikitnya Rp170 miliar," katanya.

Pada semester I/2007, laba bersih Mayora mencapai Rp72,28 miliar. Dengan demikian, target laba bersih Rp168 miliar itu mencerminkan pertumbuhan 132%.

Analis CIMB-GK Securities Erwan Teguh Teh mengaku cukup khawatir dengan prospek Mayora pada tahun ini mengingat produk yang dihasilkan perseroan bukan termasuk kebutuhan primer, sehingga ada kecenderungan masyarakat mengurangi konsumsi dalam rangka pengetatan anggaran belanja rumah tangga.

Target harga


"Selain itu harga bahan baku seperti terigu, gula, dan minyak goreng yang digunakan perseroan juga naik, mengakibatkan peningkatan tekanan biaya," katanya.

Pada 3 April, Erwan memberi peringkat underperform terhadap saham Mayora dengan target harga saham dalam 12 bulan mendatang Rp945.

Harga saham berkode MYOR ini turun Rp40 atau 2,9% ke level Rp1.340 pada perdagangan Jumat, pekan lalu. Ini menjadikan kapitalisasi pasar Mayora senilai Rp1,03 triliun. Harga saham Mayora dalam setahun terakhir tercatat memberikan keuntungan sebesar 27,44%.

Hermawan menambahkan peningkatan volume penjualan terjadi sejalan dengan ekspansi perseroan berupa penambahan mesin pada tahun lalu.

Mayora, ujarnya, melunasi obligasi II/2003 senilai Rp200 miliar pada 11 Juli dari dana hasil emisi obligasi III/2008 yang sebesar Rp300 miliar. Nilai emisi obligasi 2008 itu dipangkas dari sebelumnya Rp500 miliar.

Sebagai gantinya, perseroan mengantongi pinjaman Rp100 miliar dari Mizuho Bank. Perseroan akan mencari pinjaman Rp100 miliar lagi.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Asuransi umum jajaki merger
  • BI minta bank tidak umbar kredit
  • PROTEKSI
    Cigna kembangkan model bisnis baru
  • PROTEKSI
    Guy Carpenter raih penghargaan