Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
BNI Syariah terlibat sindikasi Rp2 triliun
JAKARTA: Unit Usaha Syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk tengah terlibat dalam pembiayaan sindikasi senilai Rp2 triliun pada sektor energi dan telekomunikasi sepanjang paruh terakhir tahun ini.
Pemimpin Divisi BNI Syariah Ismi Kushartanto mengatakan pihaknya tengah membidik sejumlah sindikasi pembiayaan untuk mendongkrak portofolio aset perusahaan, sehingga bisa menjadi modal besar untuk menjadi pemegang saham mayoritas dalam pembentukan bank syariah patungan.
"Setidaknya kalau asetnya besar tentu merupakan nilai tawar untuk menjadi pemegang saham mayoritas bank syariah patungan antara BNI dan investor Timur Tengah nantinya," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.
Dia menyampaikan sejumlah sindikasi yang tengah ditangani di antaranya pembiayaan untuk proyek pembangkit listrik terapung di Medan, Sumatra Utara, senilai Rp300 miliar yang melibatkan empat bank syariah.
Menurut dia, BNI Syariah dalam sindikasi tersebut berpartisipasi sebesar Rp75 miliar, sementara sisanya dipenuhi unit syariah Bank Lippo, Bank Niaga dan porsi terbesar PT Bank Syariah Mandiri (BSM) selaku pemimpin sindikasi.
Namun, Ismi tidak mengetahui pasti berapa porsi tiga bank lainnya. "Rencananya akan diteken bulan lalu, tetapi masih ada persoalan administratif yang belum selesai."
Hingga tadi malam, Bisnis belum bisa mengonfirmasi direksi BSM.
Selain sindikasi pada sektor energi itu, menurut Ismi, saat ini pihaknya tengah bernegosiasi untuk pembiayaan sektor telekomunikasi senilai Rp400 miliar. Dia mengungkapkan BNI Syariah bakal menjadi pemimpin sindikasi pada proyek tersebut. (11)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Depkeu susun pengawasan risiko multifinance
- Pemegang sertifikat capai 15.000 orang
Asosiasi bankir siapkan kerja sama standardisasi - Kasus hukum dana pensiun meningkat
- MEDIASI
Persaingan bank syariah makin ketat - Century prioritaskan kredit jangka pendek