Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

51% Pinjaman multifinance berasal dari bank lokal

JAKARTA: Kredit bank dalam negeri yang mengucur ke multifinance memberikan kontribusi terbesar hingga Rp44,57 triliun atau 51% dari total pinjaman multifinance pada posisi Mei 2008 sebesar Rp87,53 triliun.

Data Bank Indonesia menunjukkan pinjaman bank lokal itu tumbuh 48,41% dari periode yang sama tahun lalu Rp30,03 triliun. Adapun pinjaman bank asing hanya tumbuh 19,35% menjadi Rp31,69 triliun.

Selain itu, pinjaman multifinance yang bersumber dari nonbank sebesar Rp11,26 triliun atau naik 13,62% dari sebelumnya Rp9,91 triliun

Selama semester I/2008, sejumlah multifinance meningkatkan pinjaman dari bank lokal seperti PT Buana Finance, PT Tunas Finance dan PT Astra Sedaya Finance.

Dirut Buana Finance RC Eko Santoso Budianto mengutarakan pihaknya telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank NISP sebesar Rp500 miliar dan Bank Lippo Rp50 miliar..

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga tengah memproses pinjaman dari dua bank lokal lainnya masing-masing sebesar Rp50 miliar yang akan direalisasikan dalam waktu dekat ini.

"Dana itu, akan digunakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pembiayaan yang ditargetkan hingga akhir tahun sebesar Rp1,6 triliun. Komposisi pembiayaan terdiri dari leasing alat berat sebesar 70%, dan pembiayaan konsumen sebesar 30%," jelasnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Eko menambahkan rencana obligasi senilai Rp500 miliar ditunda mengingat pasar surat utang kondisinya sedang terpuruk.

Presdir Tunas Finance Halim Gunadi mengatakan perseroan telah memperoleh pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp450 miliar untuk menyokong pembiayaan tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp2,4 triliun.

Dia menuturkan pihaknya juga telah memperoleh pinjaman dari Bank Bukopin pada awal tahun dan rencananya digulirkan juga pinjaman dari Bank BCA.

"Perseroan harus menjamin ketersediaan sumber dana yang bisa digunakan setiap saat secara berkesinambungan agar pembiayaan dapat terus ditingkatkan," ujarnya.

Belum lama ini, PT Astra Sedaya Finance juga memperoleh kredit dari BNI sebesar Rp1 triliun dengan skema pembiayaan bersama.

Presdir Astra Finance Benny Tjoeng menuturkan saat ini pinjaman bank lokal masih diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan yang tahun ini mencapai Rp12,5 triliun.

"Apalagi sejak terjadi krisis pasar perumahan (subprime mortgage) di AS, sejumlah bank luar negeri menetapkan bunga premium terhadap negara berkembang termasuk Indonesia."(17) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Standar perdagangan alternatif berlaku 2009
  • MEDIASI
    BI tinjau izin akuisisi BII
  • MEDIASI
    Laba Permata tumbuh 40%
  • Rabobank tetap garap agribisnis