Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
BPD DIY tambah modal Rp8 miliar
JAKARTA: Bank Pembangunan Daerah Yogyakarta (BPD DIY) akan menerima kucuran modal dari keenam pemegang saham senilai Rp8 miliar untuk mendukung ekspansi usaha dan kredit perseroan.
Keenam pemegang saham BPD DIY di antaranya adalah Pemerintah Provinsi Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Pemkab Kulonprogo, Pemkab Gunung Kidul, dan Pemkab Sleman.
Pemimpin Divisi Perencanaan dan Pengembangan BPD DIY Arif Yulianto mengatakan keenam pemegang saham perseroan telah menganggarkannya dalam anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD) tanpa memerinci berapa porsi setiap pemegang saham.
"Jumlah itu [Rp8 miliar] yang dianggarkan oleh pihak bank, tetapi biasanya yang dianggarkan dalam APBD lebih besar. Jadi ada kemungkinan kami akan menerima lebih dari Rp8 miliar, bergantung pada kinerja kami juga. Berapa yang akan dikucurkan masing-masingnya berbeda," katanya.
Dia menambahkan kucuran dana segar tersebut akan diberikan secara bertahap hingga akhir tahun. "Keenam pemegang saham tersebut tidak dalam waktu bersamaan mengucurkan modal, tetapi hingga akhir tahun jumlahnya sekitar Rp8 miliar."
Arif mengatakan penggunaan dari modal tersebut salah satunya untuk membangun beberapa fasilitas dan jaringan untuk mendukung dalam menjalankan bisnis perbankan.
Saat ini, perseroan telah memiliki 115 unit fasilitas dan jaringan yang terdiri dari satu kantor pusat, satu kantor cabang utama, lima kantor cabang, satu kantor cabang syariah, 15 kantor cabang pembantu, 49 kantor kas, tiga unit payment point.
BPD DIY juga telah memiliki 19 unit jaringan ATM serta 21 unit layanan syariah. Manajemen menargetkan hingga akhir tahun mencapai 150 fasilitas dan jaringan. (18)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Unit syariah BNI biayai Selaparang
- Pertumbuhan polis asuransi jiwa syariah melambat
- IPO PTPN berpotensi ditangguhkan
- Dana bank syariah di BI mulai terkuras
- Bank incar hybrid capital sebagai alternatif modal