Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
BPR mulai garap bancassurance
JAKARTA: Bank perkreditan rakyat (BPR) akan menggenjot penghimpunan dana masyarakat untuk memperbesar likui-ditas guna mendorong ekspansi usaha. Pasalnya, linkage program yang digagas Bank Indonesia belum memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kinerja bank itu.
Salah satu program untuk mendongkrak likuiditas sejumlah BPR itu adalah bancassurance yang ditargetkan bisa meraup dana masyarakat sekitar Rp10 triliun-Rp20 triliun dalam tiga tahun ke depan. BPR akan menggandeng sekolah untuk mempercepat penghimpunan dana itu.
Direktur Eksekutif Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Suraswahyudi mengatakan BPR selama ini mengalami kesulitan pendanaan dalam melakukan ekspansi usaha, salah satunya penyaluran kredit.
"Linkage program dengan bank umum yang digagas BI berdampak signifikan dalam mengatasi pendanaan BPR. Kami harus proaktif dengan mengeluarkan produk baru untuk menarik masyarakat menyimpan dana di BPR," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan Perbarindo akan mengeluarkan proyek percontohan berupa bancassurance atau tabungan yang di-satukan dengan asuransi pada bulan depan. Sedikitnya 30 BPR akan ikut ambil bagian dalam proyek percontohan tersebut.
Dari jumlah tersebut, paparnya, sebanyak 20 unit akan beroperasi di wilayah Sumatra Barat, tiga unit di Jakarta, empat unit di Semarang, tiga unit di Yogyakarta, dan akan menyusul sejumlah BPR di Bali. Selain itu, Perbarindo sudah menggandeng empat perusahaan asuransi untuk pelaksanaan program tersebut.
"Kami juga sudah menggandeng 1.000 sekolah yang berada di wilayah yang sama dengan BPR tersebut, meskipun tabungan siswa jumlah setorannya tidak besar, bisa Rp 5000-an, tetapi tetap kami masukkan," paparnya.
Alasan menggandeng sekolah untuk menghimpun dana, menurut dia, untuk menciptakan basis nasabah dan mempertegas sasaran penetrasi BPR. Karena dari program bancassurance itu Perbarindo menargetkan penghimpunan dana Rp10 triliun-Rp20 triliun.
Berdasarkan data BI, hingga Juni 2008 total aset BPR mencapai Rp30,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun lalu sebesar Rp27,7 triliun. (11)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTFOLIO
Victoria perkuat jaringan kantor - CIMB Niaga incar pembiayaan mikro
- Pertumbuhan asuransi global tersendat
- Krakatau Steel finalisasi kredit US$200 juta
- Pemerintah panggil BUMN terkait transaksi derivatif