Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 27/08/2008

Permata ekspansi KPR Rp2 triliun di pengujung tahun

JAKARTA: PT Bank Permata Tbk mengalokasikan pembiayaan baru untuk kredit pemilikan rumah (KPR) selama empat bulan ke depan sebesar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun sehingga penyaluran KPR tahun ini diperkirakan Rp6 triliun.

Senior Vice President Head Lending Bank Permata Budiman Poedjirahardjo mengatakan segmen pasar pembiayaan KPR mayoritas masih pada kelas menengah-atas dengan kisaran kredit Rp400 juta hingga Rp500 juta yang pasarnya sangat bagus.

"Memang pembiayaan KPR menunjukkan sedikit penurunan, tapi masih sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. Saat ini kredit perumahan yang telah dikucurkan sudah melebihi Rp4 triliun," jelasnya saat peluncuran Kartu Kredit Astra World di Jakarta, kemarin.

Budiman mengatakan untuk memperbesar porsi kredit perumahan, pihaknya mulai menggarap pasar kelas bawah dengan nilai kredit Rp100 juta meski nilainya masih sangat kecil dibandingkan dengan segmen menengah atas.

Menurut dia, pembiayaan KPR di kelas menengah atas memiliki potensi pasar yang sangat besar sehingga perseroan memfokuskan pada segmen itu, sedangkan pasar bawah belum digarap optimal karena diperlukan ketelitian untuk menekan tingkat risiko.

Meski suku bunga naik pada kisaran 1%-1,5% sesuai dengan BI Rate, katanya, pasar KPR itu dianggap masih normal dan tidak akan mengganggu kinerja pembiayaan. Untuk itu, pembiayaan baru diharapkan bisa mencapai Rp2 triliun hingga akhir tahun ini.

Direktur Bank Permata Lauren Sulistiawati mengutarakan pihaknya memfokuskan kredit pada segmen usaha kecil menengah dan kredit konsumer yang porsinya mencapai 70% terhadap total kredit, sementara itu, sisanya pada korporasi dan kredit lainnya.

Untuk pertumbuhan kredit konsumer, Lauren mengatakan kredit tersebut diproyeksikan dapat tumbuh minimalnya 20% di antaranya dengan mengandalkan pasar kredit kepemilikan mobil dan KPR.

"Untuk menggenjot kredit, kami mengandalkan pemasaran kredit konsumer dan UKM melalui jaringan pemasaran yang berjumlah 276 kantor cabang di 56 kota. Komposisi kredit ini akan terus di-tingkatkan dibandingkan dengan kredit korporasi." (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun