Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 27/08/2008

Saat kredit tak menolong laba bank (Rp triliun)

Sungguh ini bukan berita bagus. Ekspansi kredit enam bulan pertama 2008 boleh Rp145 triliun, namun laba bank nyaris tak beranjak dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp18,4 triliun.

Sebagai contoh, pertumbuhan kredit bank-bank papan atas hingga Juni 2008 antara 26%-49% tidak diimbangi oleh pertumbuhan laba bersih. Dari sepuluh emiten, hanya satu bank yang bisa mencatat pertumbuhan laba di atas 20%.

Berdasarkan jenisnya, bank asing dan bank campuran malah menderita penurunan laba bersih. Situasi terparah dialami bank asing yang hanya mencetak laba semester I/2008 sebesar Rp762 miliar, anjlok 44,75% dari tahun lalu Rp1,76 triliun.

Laba bank campuran turun 18,32% dari Rp933 miliar menjadi Rp762 miliar. Adapun laba keempat jenis bank lain yakni bank persero, swasta devisa, swasta non devisa, dan bank pembangunan daerah meningkat, antara 1,46% hingga 25,06%.

Beban operasional bank asing membengkak

Bank asing harus menanggung kerugian transaksi valas atau derivatif sebesar Rp4,98 triliun, 1,5 kalilipat dari tahun lalu. Ini diperparah dengan beban operasional lain Rp4,65 triliun, meningkat 1,4 kali lipat dari kewajiban serupa pada Juni 2007. (htr)

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun