Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Pegadaian siapkan pembiayaan Rp3 triliun

JAKARTA: Perum Pegadaian menaikkan target pembiayaan pada periode September hingga Desember 2008 sebesar Rp1 triliun menjadi Rp3 triliun, seiring dengan ekspektasi beralihnya permintaan dana masyarakat dari bank.

Direktur Utama Perum Pegadaian Chandra Purnama mengatakan target pembiayaan pada kuartal IV awalnya hanya Rp2 triliun, tetapi kebutuhan Hari Raya serta potensi naiknya permintaan dana masyarakat membuat pihaknya merevisi target tersebut.

Posisi suku bunga pinjaman perbankan yang tinggi karena terkerek peningkatan BI Rate membuat masyarakat saat ini mencari sumber pendanaan dari lembaga keuangan nonbank.

"Saat mereka makin susah mendapatkannya [dana] melalui bank, mereka akan hijrah. Kami akan menjadi salah satu solusi pendanaan bagi mereka," katanya sebelum seminar Investasi Syariah Untuk Memperkuat Perekonomian Indonesia di Jakarta kemarin.

Chandra optimistis Pegadaian mampu merealisasikan pembiayaan sebesar Rp30 triliun hingga akhir tahun, karena selama semester I mampu mencapai outstanding Rp17 triliun atau naik dari rencana awal.

Semula, Perum Pegadaian mematok target pembiayaan 2008 sebesar Rp25 triliun. Direktur Pengembangan Usaha Perum Pegadaian Wasis Djuhar mengatakan revisi akhir tahun itu karena ada penambahan 900 jaringan menjadi 2.000 jaringan.

"Penambahan jaringan pelayanan itu diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan gadai tahun ini sebesar 20% sehingga proyeksi pembiayaan diperkirakan mencapai Rp30 triliun," ujarnya.

Pegadaian juga memiliki sejumlah sumber pendanaan jadi tidak hanya mengandalkan dana perbankan. Pada tahun ini, Pegadaian memiliki rencana menerbitkan obligasi senilai Rp600 miliar, tetapi tekanan pasar yang memburuk membuat aksi korporasi ini dibatalkan.

Karena itu, Pegadaian memutuskan mengambil pinjaman bank untuk mendukung ekspansi pembiayaan.

Baru-baru ini, Pegadaian mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri sebesar Rp500 miliar, sehingga outstanding pinjaman Mandiri mencapai Rp3,5 triliun. Pegadaian juga telah mendapatkan pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia dengan oustanding sebesar Rp2,5 triliun.

Selain itu, Pegadaian juga berencana masuk ke pasar modal, apabila pengalihan status menjadi perseroan terbatas dituntaskan. "Kami sudah mengusulkannya, sekarang sudah sampai di Depkeu."

Chandra menambahkan pihaknya membukukan laba bersih per Juli 2008 mencapai Rp450 miliar. Laba tersebut hampir menyamai realisasi pada akhir 2007 sebesar Rp460 miliar.

Gadai ORI


Chandra menambahkan pihaknya menyiapkan produk gadai obligasi negara ritel Indonesia (ORI) yang dimulai sejak April. Untuk itu, Pegadaian akan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dan beberapa pihak terkait lain.

Dia menyatakan optimistis gadai ORI memiliki prospek pembiayaan sampai Rp100 miliar. Saat ini pelaksanaannya masih menunggu penyelesaian standard operating procedure.

"Melihat minat gadai efek yang cukup besar, kami yakin prospek gadai ORI juga  sangat besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini."

Tidak hanya itu, Chandra menargetkan gadai syariah hingga akhir tahun mencapai Rp1,3 triliun. (18/Fahmi Achmad) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun