Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Allianz Indonesia pertahankan laba Rp64,3 miliar

JAKARTA: Kelompok usaha Allianz Indonesia menjaga perolehan laba semester I/2008 sebesar Rp64,3 miliar meskipun ada penurunan hasil investasi dan perang tarif di sektor asuransi kerugian.

Grup asuransi asal Jerman ini melaporkan laba Allianz Life selama enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp37 miliar, sedangkan di sektor kerugian, Allianz Utama mencetak laba Rp27,3 miliar.

Presiden Direktur Allianz Life Jens Reisch mengatakan iklim investasi yang tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir ini cukup berpengaruh terhadap kinerja. Laba kali ini tercatat turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp41 miliar.

Jens menjelaskan hasil investasi untuk asuransi tradisional mengalami penurunan sekitar 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Kami mengalami kondisi pasar yang ketat tahun ini. Allianz masih terus berkembang karena semakin banyak masyarakat yang mempercayai kami untuk kebutuhan asuransi," ujarnya kemarin.

Di sektor umum, walau membukukan pertumbuhan hasil investasi 20%, pertambahan klaim kendaraan bermotor seiring dengan perkembangan bisnisnya menekan laba dari Rp30,3 miliar menjadi Rp27,3 miliar.

Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia Volker Miss mengatakan pihaknya berkonsentrasi mengembangkan bisnis ritel atau individual. "Kami memiliki komitmen memperkuat posisi kuat kami di pasar asuransi umum dan juga untuk mengimbangi portofolio bisnis korporasi," katanya.

Allianz Utama membukukan gross written premium (GWP) Rp431,8 miliar pada semester I/2008 ini, tumbuh 26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah polis yang diterbitkan juga tumbuh 32% menjadi dari 64.400 polis.

Kontribusi GWP Allianz Utama yang terbesar berasal dari asuransi kendaraan bermotor Rp159,2 miliar dan asuransi properti Rp133,3 miliar. Selebihnya dihasilkan dari asuransi aneka Rp64,7 miliar, asuransi rekayasa Rp46,7 miliar, dan asuransi pengangkutan Rp24,9 miliar.

Untuk bisnis syariah, Allianz Utama membukukan premi semester I/2008 Rp3,5 miliar dari Rp1,1 miliar periode tahun lalu. Jumlah polis juga meningkat dari 161 polis menjadi 605 polis.

Sementara itu, Allianz Life membukukan pertumbuhan premi bisnis baru 20% dari Rp320 miliar pada semester I/2007 menjadi Rp417 miliar di periode yang sama tahun ini. Total gross written premium (GWP) mencapai Rp1,25 triliun.

Berdasarkan lini bisnisnya, asuransi jiwa individual masih menjadi kontributor GWP terbesar dengan Rp1 triliun, sedangkan sisanya merupakan kontribusi dari bisnis asuransi jiwa kumpulan Rp108 miliar dan asuransi kesehatan Rp127 miliar.

Lepas Dresdner


Di sisi lain, Allianz SE, sebagai induk perusahaan akan mengumumkan keputusan penjualan Dresdner Bank kepada Commerzbank AG atau China Development Bank pekan ini.

Analis mengestimasikan nilai penjualan bank berbasis di Frankfurt itu sebesar 9 miliar euro (US$13,2 miliar). Allianz, yang membeli bank itu senilai 23,5 miliar euro pada 2001, memutuskan untuk melepas kepemilikan setelah kerugian unit sekuritas Dresdner Kleinwort yang menggerus laba.

Sumber Bloomberg yang mengetahui pembicaraan itu menyebutkan Allianz juga membuka pembicaraan dengan China Development Bank yang dimiliki pemerintah.

"Investor menunggu solusi atas Dresdner. Penjualan ini berdampak positif bagi Allianz dan seharusnya tidak ragu menerima harga sekitar 9 miliar euro," kata Lutz Roehmeyer, analis Landesbank Berlin Investment. (18)

Oleh Hanna Prabandari & Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BI siapkan fasilitas pinjaman darurat
  • PORTOFOLIO
    RBS mantapkan peran di Indonesia
  • PORTOFOLIO
    Stanchart akuisisi Cazenove
  • BNI proyeksi kredit korporasi melemah