Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
Rabobank tetap garap agribisnis
JAKARTA: PT Bank Rabobank International Indonesia, bank yang resmi merger dengan Bank Hagakita dan Haga, mempertahankan pangsa pasar terbesar penyaluran kredit pada sektor komoditas, pangan dan agribisnis meski kondisi pasar di sektor itu bergejolak.
Head of Corporate & Invesment Banking Rabobank Rahardja Alimhamzah mengatakan gejolak harga di sektor komoditas, pangan dan agribisnis merupakan hal yang biasa dan tidak menghambat kredit perseroan di sektor tersebut.
"Gejolak harga itu hanya bersifat sementara dan kami akan terus memperkuat basis usaha di sektor pangan dan agribisnis sekaligus mengembangkan usaha kecil menengah karena potensi pasarnya masih sangat besar, jelasnya kepada Bisnis, kemarin.
Rahardja memaparkan pembiayaan di sektor komoditas mencakup kegiatan perkebunan dan pertanian hingga kegiatan perdagangan.
Adapun komoditas yang dibiayai, lanjutnya, berupa palawija seperti beras, jagung, karet, kopi dan lada. Sebagian besar pembiayaan di komoditas tersebut berada di Sumatra dan Aceh serta di Kalimantan untuk perkebunan sawit.
Adapun untuk sektor usaha kecil menengah, dia menilai pertumbuhan bisnis UKM menunjukkan kinerja baik dari tahun ke tahun dan perseroan menargetkan penyaluran kredit hingga 30%.
Dia menyatakan pihaknya optimistis bisnis perseroan akan tumbuh sesuai dengan target tahun ini sekitar 25%-30% dengan komposisi kredit terbesar di pangan dan agribisnis serta kredit UKM.
"Rasio kredit bermasalah pada Juni lalu semakin membaik menjadi sebesar 0,49% atau turun dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar 3,44%."
Bulan lalu, Rabobank mengumumkan pengesahan merger dengan Haga dan Hagakita. Total aset gabungan ketiga bank pada posisi Juni 2008 Rp10,26 triliun. (17)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Relaksasi pemenuhan modal terhambat proposal asuransi
- 'Ada indikasi dana masyarakat mulai keluar'
- FLUKTUASI
Visa Indonesia bidik industri asuransi - FLUKTUASI
BII incar sektor UMKM & remittance - Tripa kejar asuransi grup perusahaan