Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Asuransi umum kesulitan pertahankan laba

JAKARTA: Pelaku asuransi umum tahun ini harus bekerja keras memutar otak untuk mempertahankan pencapaian laba, karena tidak bisa lagi mengandalkan hasil investasi yang fluktuatif.

Pada tahun lalu asuransi umum membukukan pertumbuhan laba signifikan yang ditopang hasil investasi walaupun hasil underwriting mereka dalam kondisi tidak bagus akibat bengkaknya klaim.

Presiden Direktur PT Asuransi Adira Dinamika Willy S. Dharma mengatakan perusahaan asuransi harus mulai mengantisipasi penurunan hasil investasi dengan mengubah portofolio investasinya ke instrumen yang lebih aman.

"Tahun lalu banyak yang terbujuk untuk memperbesar penempatan di pasar modal, sebaiknya mulai memikirkan untuk mengubah investasi ke instrumen yang risikonya tidak tinggi seperti SBI dan deposito," tutur Willy seusai workshop wartawan asuransi di Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, tambah Willy, perusahaan asuransi juga harus bekerja keras agar hasil underwriting tahun ini lebih kinclong dengan perbaikan manajemen klaim dan proses underwriting.

Adira hingga Juli membukukan hasil investasi Rp47 miliar dan mencetak laba Rp90,7 miliar. Dia menjelaskan hingga Juli dana investasi mencapai Rp827 miliar yang didominasi penempatan di deposito hingga sekitar 35%, SUN 20%-30%, SBI 15%, dan sisanya lain-lain.

"Kami mencoba untuk tetap menyeimbangkan portofolio investasi karena prinsip kami uang itu harus aman dan likuid jika sewaktu-waktu diperlukan untuk membayar klaim."

Direktur Teknik PT Asuransi Bumiputeramuda 1967 Julian Noor berpendapat perusahaan asuransi harus segera menyehatkan hasil underwriting dengan meninggalkan lini bisnis yang merugi.

"Banyak perusahaan asuransi yang sekarang menyadari jika mereka tetap mempertahankan policy, seperti tahun lalu ada kemungkinan akhir tahun laba mereka akan turun, karena sumbangan investasi turun. Asuransi harus membuat perubahan bisnis untuk mendongkrak hasil operasional," ujar Julian.

Hasil underwriting


Bumida hingga Juni mencetak hasil underwriting Rp 42 miliar, mengalami pertumbuhan 21% dari pencapaian periode tahun lalu Rp34 miliar. Dana kelolaan investasi tumbuh dari Rp126 miliar tahun lalu menjadi Rp146 miliar hingga Juni tahun ini.

Kondisi investasi juga memengaruhi hasil investasi Bumida yang turun 35% dari periode tahun lalu dari Rp7,2 miliar menjadi Rp4,6 miliar.

Bumida tahun ini melakukan perubahan portofolio investasi yang mencolok di deposito dari 41% tahun lalu menjadi 29% tahun ini dan kenaikan obligasi dari 27% tahun lalu menjadi 41% tahun ini. Selain itu dana investasi juga ditempatkan di reksadana 13%, saham 12% dan SBI 4%.

Presiden Direktur PT Allianz Utama Indonesia Volker Miss mengatakan pihaknya tidak perlu melakukan revisi strategi bisnisnya karena selama ini pihaknya telah melakukan praktik usaha yang prudent. "Kami tidak berpikir untuk mengandalkan laba dari hasil investasi karena kami sadar peran kami sebagai underwriter," tuturnya.

Hingga Juni, pendapatan investasi Allianz Utama naik 20% ke Rp12,4 miliar dari nilai tahun periode yang sama tahun lalu Rp10,3 miliar. Allianz Utama tetap mencetak laba Rp 27,3 miliar, walaupun turun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp30,3 miliar.

Klaim naik


Membengkaknya klaim yang tidak sebanding dengan penerimaan premi menyebabkan surplus underwriting perusahaan asuransi umum pada 2007 turun 5,65%. Laba yang dibukukan terdorong oleh hasil investasi yang tumbuh 41,36%.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) klaim bruto asuransi umum tumbuh 22,01%, naik signifikan dibandingkan dengan kenaikan klaim 2005 ke 2006 yang hanya 0,55%.

Hasil investasi mendorong industri asuransi umum mencatatkan pertumbuhan laba 24,23% dari Rp1,58 triliun menjadi Rp1,96 triliun. Lembaga Riset Media Asuransi juga menghitung pertumbuhan laba reasuransi 47,25% dari Rp60,41 miliar menjadi Rp88,96 miliar. 

Ketua Bidang Kerjasama Anggota dan Lembaga AAUI Julian Noor mengatakan laba usaha yang didorong oleh hasil investasi dikhawatirkan akan membuat pemegang saham akan mempertanyakan mengenai investasinya di asuransi umum. (Fahmi Achmad) (hanna.prabandari@bisnis.co.id)

Oleh Hanna Prabandari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun