Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Sun Life cari pengelola unit-linked

JAKARTA: Sun Life Indonesia membidik kerja sama dengan dua perusahaan pengelola investasi (fund manager) tambahan, guna mengembangkan aset investasi produk unit-linked unggulannya Brilliance.

Sejauh ini, perseroan baru menggunakan jasa investasi dua perusahaan investasi multinasional, yakni PT Schroder Investment Management Indonesia dan PT Fortis Investments.

Dirut Sun Life Indonesia Chris Lossin mengatakan rencana menambah dua mitra kerja sama pengelolaan dana akan direalisasikan pada tahun ini, untuk mengembangkan aset investasi produk unit-linked.

Produk unit-linked Brilliance sejauh ini menyumbang hampir 80% pendapatan Sun Life Indonesia, di luar produk tradisional seperti layanan asuransi kesehatan, dan hari tua.

"Kami akan menambah satu atau dua lagi perusahaan investasi, selain Schroder dan Fortis. Penambahan itu akan direalisasikan pada tahun ini," tuturnya saat mengunjungi kantor redaksi Bisnis, baru-baru ini.

Penambahan tersebut, lanjutnya, adalah bagian dari rencana mendongkrak kontribusi investasi produk unit-linked lima tahun ke depan. Sun Life menargetkan kerja sama dengan 10 perusahaan investasi pada 2013.

Perseroan sekarang masih menjajaki kerja sama dengan satu-tua pihak tersebut. Dia belum bersedia menyebutkan identitas perusahaan yang dibidik. "Yang jelas, perusahaan tersebut harus memiliki tiga persyaratan utama, yakni kekuatan finansial, pelayanan prima pada investor, dan reputasi yang bagus."

Kerja sama dengan perusahaan investasi itu diharapkan memberikan fleksibilitas pemegang premi Brilliance menentukan investasi mereka. Di tengah kondisi bursa bearish, fasilitas tersebut memungkinkan investor meminimalisasi risiko investasi dengan memilih alokasi investasi yang aman seperti deposito.

"Kami juga memiliki unit investasi internal. Namun, dengan menggandeng mitra seperti Schroder dan Fortis, nasabah bisa memiliki lebih banyak pilihan menginvestasikan dana," tutur Chris.

Premi naik 37%


Pada kuartal II tahun ini, Sun Life Indonesia mencatatkan premi sebesar Rp537,2 miliar atau naik 37% dari pencapaian periode sama tahun lalu senilai Rp391 miliar. Premi bisnis baru tercatat naik 40% menjadi Rp400,1 miliar.

"Sebanyak 71% atau senilai Rp383,9 miliar dari total premi merupakan kontribusi dari produk unit-linked kami yaitu Brilliance," kata Chris.

Vivien Kusumowardhani, Vice President Marketing & Business Development Sun Life Indonesia memaparkan jumlah tertanggung juga meningkat pada paruh kedua tahun ini dari 116.247 menjadi 136.770 pemegang polis.

Dia menyebutkan potensi pemegang polis di Indonesia sebanyak 15 juta jiwa yang belum tergarap secara maksimal.

Oleh Arif Gunawan S. & Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun