Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/09/2008

Visa: Belanja komersial tumbuh 16,2%

JAKARTA: Visa Internasional-perusahaan sistem pembayaran terbesar di dunia-memperkirakan pembelanjaan komersial tahunan di Indonesia diperkirakan US$571,92 juta pada 2007, meningkat 16,2% dari $492,02 juta pada 2006.

Berdasarkan data indeks Commercial Consumption Expenditure (CCE) dari Visa,   belanja komersial Indonesia terbesar di Asia Tenggara, tetapi lebih kecil dibandingkan dengan sejumlah raksasa ekonomi di Asia Pasifik seperti China, Jepang, India,  Korea Selatan, dan Australia.

Adapun pembelanjaan komersial tahunan di Asia Pasifik diperkirakan tumbuh menjadi US$18,9 triliun pada 2007, meningkat sebanyak 13% dari $16,8 triliun pada 2006. Pembelanjaan komersial tahunan di dunia diperkirakan tumbuh $77,3 triliun, memperlihatkan  kenaikan 12,2% dari $68,9 triliun pada 2006.

Indeks CCE adalah standar pengukuran keuangan yang menyediakan data standar mengenai pembelanjaan pemerintah dan usaha secara global dan diakui sebagai acuan untuk mengukur pembelanjaan komersial.

Sedikitnya 21 perekonomian dan wilayah di Asia Pasifik diukur sebagai bagian dari indeks CCE dengan 16 yang melewati rata-rata pertumbuhan tahunan.

Perekonomian lima besar di Asia Pasifik dalam jumlah total pembelanjaan usaha dan pemerintahan adalah Jepang (US$5,2 triliun), China (US$4,9 triliun), India (US$2,3 triliun), South Korea (US$2 triliun) dan Australia (US$1,2 triliun).

"Wilayah pasar di Asia Pasifik bervariasi dalam tingkat pengembangan dan penggunaan produk kartu komersial. Dengan temuan ini, kita dapat mengukur lebih baik penetrasi produk pembayaran komersial dan membantu klien institusi keuangan untuk membuat solusi yang dapat memenuhi kebutuhan pembayaran dari dunia usaha dan pemerintah," ujar John Hazlewood, Direktur Visa Commercial Solutions Asia Pacific dalam siaran persnya, kemarin.

Dia memperkirakan pembelanjaan di seluruh wilayah akan meningkat tahun ini. Eropa menunjukkan bagian terbesar dalam pembelanjaan komersial, diikuti oleh Amerika Serikat. Asia Pasifik berada pada urutan ketiga diantara wilayah lainnya.

Oleh Hery Trianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun