Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
Mayapada garap kredit mikro
JAKARTA: PT Bank Mayapada Internasional Tbk menggeser fokus penyaluran kredit mikro dengan plafon maksimal Rp5 juta sebagai strategi untuk mencapai target laba 2008 di tengah melemahnya permintaan kredit akibat tren kenaikan suku bunga bank.
Direktur Utama Bank Mayapada Hendra Mulyono mengatakan debitor dari kalangan pengusaha kecil lebih tahan dari pengaruh perubahan suku bunga kredit. Kelompok debitor ini melakukan pembayaran angsuran kredit secara mingguan atau bahkan harian, sehingga apabila ada kenaikan bunga kredit, kenaikannya tidak terlalu terasa.
"Faktor penting bagi debitor kecil adalah bagaimana kredit tersebut mudah didapat dengan sistem pembayaran yang tidak rumit. Kini kami gencar ekspansi dengan membuka Mayapada Mitra Usaha (MMU) di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau seperti pasar tradisional, untuk menopang ekspansi kredit," jelasnya di Jakarta belum lama ini.
Dengan cara ini, kendati outstanding kredit yang disalurkan diprediksi tidak bisa mencapai target akibat melemahnya permintaan kredit korporasi, Bank Mayapada diyakini mampu mencapai target laba 2008.
Hingga Juni 2008, bank swasta ini mampu membukukan laba sebelum pajak Rp39,98 miliar dengan penyaluran kredit sebesar Rp3,6 triliun. Perolehan laba itu naik sekitar 22% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp32,78 miliar dengan kredit sebesar Rp2,5 triliun.
"Peroleh laba semester pertama itu mendekati target yang ditetapkan. Kami optimistis bisa membukukan laba semester kedua dengan nilai yang hampir sama atau sesuai target tahunan," jelasnya tanpa memerinci target laba dimaksud.
Melalui MMU, jelas Hendra, kredit Bank Mayapada tidak akan meningkat sebesar perolehan sebelumnya mengingat penyaluran kredit ke sektor mikro membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit. "Namun perolehan labanya optimistis bisa tercapai sesuai target, sedangkan kredit diprediksi hanya meningkat menjadi sekitar Rp4 triliun."
Dia menjelaskan kredit yang disalurkan setiap MMU dibatasi risikonya dengan plafon maksimal Rp5 miliar.
Oleh Gung Panggodo S.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTFOLIO
Victoria perkuat jaringan kantor - CIMB Niaga incar pembiayaan mikro
- Pertumbuhan asuransi global tersendat
- Krakatau Steel finalisasi kredit US$200 juta
- Pemerintah panggil BUMN terkait transaksi derivatif