Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
Broker asuransi musiman sengaja merugi
JAKARTA: Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI) menyatakan sangat kecil kemungkinan anggotanya sengaja merugi agar terhindar pajak dan menilai praktik itu dijalankan sebagian kecil broker musiman.
Ketua Umum ABAI Mira Sihhati mengatakan jika broker melaporkan kondisi keuangan yang tak menghasilkan untung, mereka akan dirugikan saat mengikuti tender atau melakukan pendekatan kepada klien.
"Kalau keuangan mereka minus maka kinerja perusahaan dinilai tidak bagus, saya kira mereka tidak akan sengaja melakukan itu karena risikonya terlalu besar," tutur Mira kepada Bisnis, kemarin.
Mira mengatakan sebelum muncul PP No. 39/2008 yang mensyaratkan modal sendiri broker Rp1 miliar tahun ini, perusahaan broker melaporkan neraca keuangannya apa adanya.
"Soalnya modal disetor dan modal sendiri belum diatur, hanya diatur polis professional indemnity perusahaan pialang," ujarnya.
Setelah aturan modal terbit, ujarnya, maka perusahaan broker harus menjaga ekuitasnya agar di atas Rp1 miliar dengan suntik modal atau laba ditahan. Data Depkeu memperlihatkan 78 dari 121 broker asuransi berekuitas di bawah Rp1 miliar, bahkan 12 di antaranya negatif.
Sebanyak 11 dari broker reasuransi juga mencatatkan ekuitas di bawah Rp1 miliar, dan satu di antaranya negatif.
Kepercayaan tertanggung
Mantan ketua ABAI Kapler A. Marpaung mengatakan risiko broker terlalu besar hanya untuk menghindari pajak yang nilainya tidak terlalu tinggi mereka akan kehilangan kepercayaan tertanggung.
"Klien kan juga melihat kinerja keuangan broker, itu sebagai salah satu ukuran perusahaan itu sehat. Mereka akan kurang nyaman bekerja sama dengan broker yang minus," katanya.
Dia mengakui bisa jadi praktik menghindari pajak dilakukan oleh perusahaan broker musiman yang hanya memiliki kepentingan untuk proyek tertentu dalam jangka waktu pendek. Namun, lanjutnya, broker musiman jumlahnya sangat sedikit.
Ketua Bidang Teknik, Kemajuan Anggota dan Pendidikan ABAI Kristinan Benny Hapsoro mengatakan dari 89 broker yang memiliki ekuitas di bawah Rp1 miliar terdapat 16 perusahaan dengan modal setor di bawah Rp1 miliar, tetapi ekuitasnya lebih besar.
Artinya, imbuh Benny, perusahaan-perusahaan tersebut berhasil membukukan laba dari kegiatan operasional mereka. Selain itu, ujarnya, terdapat 17 perusahaan dengan modal disetor kurang dari Rp1 miliar tapi memiliki ekuitas di atas Rp1 miliar.
"Ini memperlihatkan bahwa mereka menjalankan kegiatan usaha dengan profit dan membuat pelaporannya dengan baik."
Benny mengatakan untuk perusahaan lain bisa saja merugi dari kegiatan operasional karena beban biaya yang lebih besar dibandingkan dengan pendapatannya sehingga modal menjadi tergerus. (hanna.prabandari@bisnis.co.id)
Oleh Hanna Prabandari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Relaksasi pemenuhan modal terhambat proposal asuransi
- 'Ada indikasi dana masyarakat mulai keluar'
- FLUKTUASI
Visa Indonesia bidik industri asuransi - FLUKTUASI
BII incar sektor UMKM & remittance - Tripa kejar asuransi grup perusahaan