Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

IPO PTPN berpotensi ditangguhkan

JAKARTA: Pemerintah kemungkinan menangguhkan rencana penawaran publik perdana (initial public offering/ IPO) PT Perkebunan Nusantara III, IV, dan VII, menyusul anjloknya harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasaran.

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan penurunan drastis dari harga komoditas perkebunan menyebabkan tiga BUMN perkebunan itu tidak bisa meraup dana secara maksimal dari pasar.

"Saat ini commodity based memang agak susah karena harga minyak mentah yang turun. Kendati nantinya sudah ada persetujuan dari DPR, kalau kondisi pasar buruk sekali, tentunya kami akan pikir ulang untuk IPO tiga BUMN tersebut," katanya akhir pekan lalu.

Sofyan mengatakan pemerintah terus mencermati kondisi pasar finansial serta pasar komoditas yang ada sebelum memutuskan pelepasan saham tiga BUMN perkebunan itu. Jika harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/ CPO) kembali membaik, aksi korporasi bisa kembali digelar.

Harga CPO akhir pekan lalu berada di posisi RM2.470 per ton. Sementara itu harga tertinggi yang pernah dicatat komoditas ini berada di posisi RM3.780 per ton pada 11 Maret, dan terendah RM2.409 per ton pada 26 Agustus.

Di tempat terpisah, Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) mengingatkan pemerintah agar tidak melepaskan saham perkebunan ke publik tahun ini karena kondisi bursa yang makin terpuruk.

"Momentumnya tahun ini untuk menjual saham PTPN III, IV, dan VII di pasar modal kurang pas karena bursa lagi bergejolak. Cari momentum yang pas, sehingga penjualan saham BUMN perkebunan tidak rugi," ujar Ketua Umum GPPI Soedjai Kartasasmita kepada wartawan di Medan akhir pekan lalu.

Dalam IPO yang akan digelar, PTPN III menargetkan bisa meraup dana sebesar Rp2 triliun, PTPN IV Rp3 triliun, dan PTPN VII Rp1 triliun-Rp1,2 triliun. Khusus untuk PTPN VII target dana itu diturunkan dari sebelumnya Rp1,5 triliun.

Direktur Keuangan PTPN IV Setia Dharma Sebayang mengatakan harga CPO yang masih fluktuatif menyebabkan perseroan agak pesimistis bisa meraup dana sebagaimana yang ditargetkan sebelumnya, Rp2 triliun-Rp3 triliun.

Menurutnya, perseroan akan menyerahkan pencarian dana lewat pasar finansial kepada penjamin emisi (underwriter) IPO PTPN IV.

Berdasarkan catatan Bisnis, terdapat sembilan perusahaan sekuritas yang tengah diseleksi PTPN IV, di antaranya konsorsium Mandiri Sekuritas menggandeng CLSA dan Macquarie. Konsorsium Bahana Securities menggandeng UBS Securities Indonesia dan CIMB GK Securities Indonesia. (Master Sihotang)

Oleh Bambang P. Jatmiko & Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun