Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 08/09/2008
Pertumbuhan polis asuransi jiwa syariah melambat
JAKARTA: Perlambatan pertumbuhan jumlah pemegang polis asuransi jiwa syariah dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh tingginya polis yang jatuh tempo ternyata tidak berimbang dengan masuknya jumlah polis baru.
Berdasarkan data Biro Perasuransian Bapepam-LK, pertumbuhan pemegang polis dalam beberapa tahun ini terus melambat. Pemegang polis asuransi jiwa syariah pada 2007 turun 11% dibandingkan dengan 2006, dan pada Juni 2008 turun 9,41%. (lihat tabel)
"Terkait pemegang polis memang ada perlambatan dalam hal pertumbuhannya, di sisi lain lebih banyak lagi polis yang jatuh tempo. Pertambahan pemegang polis baru lebih sedikit daripada polis yang jatuh tempo," tutur Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata, akhir pekan lalu.
Isa berharap dalam semester II/2008 ini akan terjadi perubahan angka karena selama ini terjadi siklus tenaga penjual akan lebih agresif menjual produknya setelah pertengahan tahun.
Agen asuransi menggunakan kesempatan menggenjot produktivitasnya untuk mencapai target dan insentif dari perusahaan seperti berlibur ke luar negeri. "Bisa jadi di semester II akan ada lonjakan, kita harus perhatikan juga siklus-siklus seperti itu," katanya.
Isa mengakui kemungkinan angka tersebut belum angka yang akurat karena Biro Perasuransian belum menerima dari seluruh perusahaan. Dia mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan data di antaranya dengan mengkonfirmasi data di setiap perusahaan berdasarkan laporan operasional dan keuangan perusahaan.
Perlambatan jumlah pemegang polis ini sebenarnya ironis mengingat pertumbuhan jumlah pemain di industri asuransi yang sangat pesat. Perusahaan asuransi yang membuka cabang asuransi syariah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2003 jumlah cabang asuransi jiwa syariah hanya dua, 2004 tiga cabang, 2005 melonjak jadi delapan dan 2006 sembilan cabang. Pada 2007 jumlahnya membengkak menjadi 12 cabang asuransi syariah dan Juni 2008 sebanyak 13 cabang.
Oleh Hanna Prabandari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Relaksasi pemenuhan modal terhambat proposal asuransi
- 'Ada indikasi dana masyarakat mulai keluar'
- FLUKTUASI
Visa Indonesia bidik industri asuransi - FLUKTUASI
BII incar sektor UMKM & remittance - Tripa kejar asuransi grup perusahaan