Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

Bapepam-LK awasi profil risiko multifinance

JAKARTA: Bapepam-LK akan mengawasi lebih intensif penerapan manajemen risiko pada industri multifinance melalui penerapan risk profiling yang ditargetkan mulai tahun depan dengan tujuan untuk menekan potensi multifinance yang bermasalah.

Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Freddy R Saragih mengutarakan pihaknya tengah menyusun konsep dan menyiapkan infrastruktur pendukung untuk melakukan penilaian tentang profil manajemen risiko multifinance.

"Harus disiapkan terlebih dahulu berbagai infrastruktur pendukung salah satunya menyangkut kesiapan database dari perusahaan pembiayaan yang masih disempurnakan, sehingga pelaksanaannya diperkirakan baru pada tahun depan," jelasnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia menjelaskan berdasarkan laporan industri mutifinance tentang manajemen risikonya dinilai cukup bagus, tetapi pihaknya merasa perlu mengindentifikasi lebih mendalam tentang profil risiko dari setiap perusahaan.

Saat ini, katanya, dilihat dari indikator rasio pembiayaan bermasalah di multifinance masih berada pada kisaran 1% yang dinilai cukup baik dengan rata-rata pertumbuhan pembiayaan industri mencapai 20% setiap tahunnya.

"Untuk melaksanakan profil manajemen risiko multifinance itu memang membutuhkan persiapan yang sangat matang. Jika melihat penerapan di beberapa negara lain, kita masih memerlukan sejumlah pembenahan di tingkat industri,' jelasnya.

Freddy memaparkan profil risiko perusahaan yang akan dilaksanakan bukan hanya terpaku pada kinerja pembiayaan, melainkan juga mencakup kinerja keuangan secara menyeluruh termasuk meninjau kualifikasi manajerial di setiap perusahaan pembiayaan.

Pedoman laporan

Freddy menambahkan selain rencana pemberlakuan risk profiling, pihaknya juga tengah menyiapkan pedoman penyusunan laporan multifinance yang lebih lengkap.

Hal itu sebagai salah satu langkah untuk mendukung terselenggaranya risk profiling.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Dennis Firmansjah menyatakan pihaknya mendukung rencana regulator untuk membuat profil manajemen risiko di multifinance agar industri pembiayaan semakin menunjukkan kualitas yang bagus.

Menurut dia, pelaksanaan manajemen risiko di multifinance selama ini sangat baik yang terbukti dari pertumbuhan rasio pembiayaan macet selalu berada dalam target industri yakni kurang dari 3%.

"Apa pun langkah regulator pasti itu untuk meningkatkan kondisi industri yang lebih berkualitas sehingga keinginan untuk menerapkan risk profiling itu pasti akan didukung oleh industri pembiayaan," ujarnya.

Dennis menjelaskan setiap perusahaan pembiayaan memiliki sistem tersendiri dalam penerapan manajemen risiko terutama dalam mengantisipasi risiko pembiayaan macet dan risiko gagal bayar nasabah.

Untuk itu, katanya, meskipun regulator tidak melakukan manajemen risiko, setiap perusahaan pembiayaan telah memiliki kesadaran yang tinggi dalam mengantisipasi risiko dalam menjalankan bisnis pembiayaannya. (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun