Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

Pembiayaan BNI syariah Rp3,05 triliun

JAKARTA: Unit usaha syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatatkan pembiayaan senilai Rp3,05 triliun atau hampir menyamai target akhir tahun sebesar Rp3,4 triliun. Angka tersebut nyaris dua kali lipat dari pembukuan 2007 sebesar Rp1,7 triliun.

Kepala Divisi Syariah BNI Ismi Kushartanto menyebutkan sebagian besar pembiayaan disalurkan untuk sektor usaha kecil menengah dan beberapa sektor strategis lain seperti telekomunikasi, infrastruktur, dan perkebunan.

"Sebagian besar pembiayaan mikro itu .adalah sektor produktif yang berada di pasar-pasar, sehingga harus dibuat pola penagihan yang intensif dengan sistem harian yang memerlukan tenaga collection lebih banyak," ujarnya, baru-baru ini.

Menurut dia, pihaknya juga terus mengembangkan pembiayaan syariah dengan memperluas pembiayaan sektor mikro melalui pola channeling bersama bank perkreditan rakyat syariah dan dengan sejumlah koperasi syariah.

Sektor mikro itu, katanya, memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk digarap meskipun nilai pembiayaan yang dikucurkan hanya di bawah Rp5 juta.

Saat ini sektor mikro menyumbang sekitar 5% terhadap total pembiayaan.

Kredit sindikasi

Namun, Ismi tak membantah unit syariah BNI mendukung sektor korporasi. Dia menyampaikan divisi syariah BNI tengah terlibat dalam pembiayaan sindikasi senilai Rp2 triliun pada sektor energi dan telekomunikasi sepanjang paruh terakhir tahun ini.

Dia mengutarakan sejumlah sindikasi yang tengah ditangani di antaranya pembiayaan untuk proyek pembangkit listrik terapung di Medan, Sumatra Utara, senilai Rp300 miliar yang melibatkan empat bank syariah.

Dalam sindikasi tersebut, ujarnya, BNI syariah berpartisipasi sekitar Rp75 miliar, sementara sisanya dipenuhi unit syariah Bank Lippo, Bank Niaga dan porsi terbesar PT Bank Syariah Mandiri (BSM) selaku pemimpin sindikasi.

Selain sindikasi untuk pembangkit listrik, Ismi menyebutkan pihaknya tengah bernegosiasi untuk pembiayaan sektor telekomunikasi senilai Rp400 miliar.

Dia mengungkapkan BNI Syariah akan menjadi pemimpin sindikasi pada proyek tersebut.

Di sisi lain, Ismi mengungkapkan pihaknya merencanakan untuk membiayai kartu kredit syariah mulai akhir tahun ini dengan proyeksi penjualan pada tahap awal sebanyak 20.000 kartu.

Ismi mengutarakan sarana dan prasarana disiapkan untuk dapat membiayai kartu kredit di antaranya tengah memproses kerja sama dengan Mastercard Internastional agar mendapatkan jaringan di luar negeri.

"Kami terus mengembangkan potensi bisnis syariah yang dapat digarap untuk mengembangkan bisnis syariah ini, dan pembiayaan untuk kartu kredit sendiri tengah disiapkan yang akan dipasarkan pada akhir tahun ini," jelasnya.

Ismi mengatakan pada tahap awal pembiayaan kartu kredit yang akan dilakukan tidak akan terlalu besar yakni dengan membatasi nilai nominal yang dapat dibiayai pada kisaran Rp4 juta-Rp5 juta untuk setiap kartu. (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun