Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Askes suntik modal InHealth Rp300 miliar
JAKARTA: PT Askes (Persero) dan koperasi karyawan Askes menempatkan modal setor Rp300 miliar ke PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia dan menargetkan perolehan premi tahun pertama Rp800 miliar.
Modal dasar yang ditempatkan mencapai Rp1 triliun yang terbagi atas 1 juta lembar saham, dengan nilai nominal masing-masing Rp1 juta. Dari modal dasar tersebut ditempatkan 300.000 lembar saham atau Rp300 miliar untuk modal setor.
Askes memiliki 98% porsi saham yang terdiri dari 294.000 lembar saham senilai Rp294 miliar, sedangkan koperasi karyawan Askes 2% atau 6.000 saham senilai Rp6 miliar.
Dirut Askes I Gede Subawa mengatakan InHealth Indonesia merupakan tindak lanjut persetujuan dari Kementerian BUMN agar Askes mendirikan anak perusahaan yang mengelola program askes komersial secara terpisah dengan program askes sosial.
"Harapan kami keseriusan pada satu program itu akan membuat pengelolaannya lebih profesional dan dampaknya layanan kami kepada peserta akan menjadi lebih bagus," ujar Gede seusai penandatanganan anggaran dasar InHealth Indonesia di Jakarta, kemarin.
Ruang lingkup perseroan yakni menerima pertanggungan asuransi kesehatan secara kumpulan dan atau perorangan, menerima pertanggungan asuransi jiwa kumpulan dan atau perorangan, dan melakukan kegiatan investasi dan kegiatan lain yang lazim dilakukan perusahaan asuransi dengan memerhatikan ketentuan peraturan perundangan.
Gede mengatakan proses selanjutnya InHealth Indonesia akan dicatatkan di Departemen Hukum dan HAM dan meminta izin operasional di Bapepam-LK. Diharapkan akhir bulan ini atau awal November proses perizinan bisa selesai dan Inhealth Indonesia bisa beroperasi penuh.
Dia menegaskan setelah anak perusahaan itu beroperasi sepenuhnya, Askes tidak akan mengelola program Askes Komersial kecuali untuk badan usaha yang perjanjian kerja samanya belum berakhir pada Januari 2009.
"Setelah InHealth Indonesia lahir kami tidak akan melakukan marketing untuk program askes komersial, namun fokus pada askes sosial," katanya.
Pada tahun pertama InHealth Indonesia ditargetkan mampu meraup premi Rp800 miliar dan meraih laba pada tahun kedua, karena pada tahun pertama sebagian premi disisihkan untuk cadangan teknis untuk mengantisipasi meningkatnya klaim-klaim pelayanan kesehatan.
Bisnis korporasi
Menurut Gede pada awalnya InHealth Indonesia tetap menggarap bisnis korporasi dengan mempertahankan konsumen lama. Dia menambahkan mayoritas Inhealth Indonesia tetap menggarap bisnis asuransi kesehatan, tetapi ke depan akan ditambah dengan program asuransi jiwa tradisional maupun unit-linked.
"Kalau kesehatan jadi bisnis inti kami masih di kandang sendiri dan kami unggul dalam persaingan itu. Kalau masuk ke asuransi jiwa karena kami baru jadi harus belajar dulu," tuturnya.
Gede mengatakan anak usaha Askes itu akan mendirikan kantor pemasaran di masing-masing provinsi, namun semua proses bisnis yang akan dikelola melalui kantor pusat.
Dirut Inhealth Indonesia Rosa CH Ginting mengatakan pihaknya optimistis target tahun pertama yang ditetapkan sebesar Rp800 miliar terlampaui karena askes komersial yang tahun ini ditargetkan mencapai premi Rp660 miliar bisa tercapai.
"Kami sangat optmistis, dengan masih bersatu dengan induk perusahaan saja kami bisa dapat apalagi jika sendiri di mana fleksibilitas kami lebih baik," kata Rosa. (hanna.prabandari@bisnis.co.id)
Oleh Hanna Prabandari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTFOLIO
Victoria perkuat jaringan kantor - CIMB Niaga incar pembiayaan mikro
- Pertumbuhan asuransi global tersendat
- Krakatau Steel finalisasi kredit US$200 juta
- Pemerintah panggil BUMN terkait transaksi derivatif