Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

DBS lipat gandakan karyawan

JAKARTA: PT Bank DBS Indonesia-bank campuran yang berafiliasi dengan Development Bank of Singapore-dalam beberapa tahun terakhir telah melipatgandakan pegawainya guna mendukung pengembangan bisnis di berbagai kota di Tanah Air.

Direktur Bank DBS Satia Indrarini mengatakan penambahan karyawan dilakukan seiring dengan pembukaan cabang di sebelas kota yang kini telah mencapai 28 unit. Dalam waktu dekat, bank tersebut juga kembali merekrut 80 karyawan baru.

"Pada 2005 kami baru memiliki 200-an karyawan. Kini kami telah memiliki 1.000 karyawan. Tuntutan pengembangan bisnis menjadikan kebutuhan sumber daya manusia juga meningkat," katanya kepada Bisnis di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, Bank DBS saat ini berada dalam fase pertumbuhan dengan melakukan investasi dalam pengembangan staf, pembukaan kantor cabang dan menciptakan produk untuk nasabah korporasi dan perorangan. Sejak 2005, bank yang 1% sahamnya milik PT Bank Central Asia Tbk tersebut mulai terjun ke bisnis ritel.

Satia mengatakan bisnis perbankan ritel yang mulai ditekuni DBS dalam beberapa tahun terakhir juga akan dikembangkan. Bila semula bank ini hanya menggarap nasabah perorangan dari sisi pendanaan, dalam waktu dekat juga dikembangkan pada produk kredit individu.

Dalam merekrut karyawan, tuturnya, Bank DBS memiliki dua jalur yakni perekrutan tenaga berpengalaman dan  lulusan baru perguruan tinggi. "Kami telah mengoperasikan DBSI Academy pada 2007 guna mendidik lulusan perguruan tinggi menjadi bankir masa depan."

Satia mengakui, dalam pasar tenaga kerja perbankan modern saat ini, pihaknya menemukan bahwa profesi bankir tidak semata-mata diakses oleh para sarjana ekonomi. "Kami justru banyak menemukan lulusan teknik yang cocok bekerja di tempat seperti ini. Jadi dalam rekrutmen, kami tak terpaku pada salah satu jurusan."

Bank DBS Indonesia mulai beroperasi di Indonesia pada 1989 saat bank tersebut masih bernama Mitsubishi Buana Bank. DBS Group mengambil alih bank tersebut pada 1997 dan terus meningkatkan kepemilikannya menjadi 99% sebelum mengubah namanya seperti sekarang.

Hingga Juni, Bank DBS mengelola aset Rp22,35 triliun meningkat 34,39% dari periode yang sama tahun lalu Rp16,63 triliun. Namun, dalam enam bulan pertama 2008 bank tersebut hanya mencetak laba bersih Rp80,78 miliar, turun hampir separuh dari perolehan periode yang sama tahun lalu Rp152,31 miliar.

Pertumbuhan aset Bank DBS ditopang oleh peningkatan dana pihak ketiga hingga 134% dan kredit melonjak 101% sepanjang tahun lalu. Kondisi ini ditunjang oleh makin gencarnya cabang-cabang bank tersebut dalam menghimpun dana masyarakat.

Oleh Hery Trianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun