Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
BI: Bank salah hitung soal likuiditas
JAKARTA: Perbankan Indonesia dianggap salah berhitung dalam mengelola likuiditas sehingga sempat terpancing melepas dana mahal pada paruh pertama tahun ini, sebelum akhirnya panik dengan berusaha menghimpunnya kembali dengan bunga lebih tinggi.
"Saya kira banknya salah hitung. Kalau dengan kondisi seperti ini [bank] harus cermat menghitung ke depannya. Bank harus melihat forward looking, bank jangan hanya melihat ke belakang," ujar Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah di Jakarta, baru-baru ini.
Dia meminta perbankan tidak terburu-buru melepas dana mahal dengan mengingat sumber likuiditas di pasaran semakin ketat dan berlangsung lama, sementara komitmen kredit harus dipenuhi oleh bank.
Pada awal tahun ini bank-bank papan atas berlomba-lomba untuk menurunkan porsi dana mahal guna mendapatkan keuntungan dari penurunan biaya dana (cost of fund). Beberapa bank berhasil menurunkan porsi dana mahal hingga 50% dari semula 80%.
Namun, setelah paruh tahun ini kondisi pasar likuiditas mulai seret bank-bank terkait kelabakan mencari sumber dana, dan tidak memperhatikan lagi apakah itu dana mahal atau murah. Salah satunya dengan menaikkan bunga deposito di atas bunga BI Rate.
Hati-hati
Halim mengatakan Bank Indonesia telah menyampaikan kepada industri perbankan untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan atas pencarian dana dan penyaluran kredit dalam jangka panjang.
"Kami meminta mereka melihat ke depan bahwa kondisi tidak seperti yang diduga sebelumnya. Ini ternyata mereka mulai memahami maksud BI, sekarang mereka perlahan-lahan mulai melakukan penyesuaian. Kita tunggu saja," paparnya.
PT Bank Mandiri Tbk merupakan salah satu bank papan atas yang awal tahun ini berharap porsi dana mahal bisa di bawah 50%. Upaya penurunan dana mahal pada paruh tahun ini telah mendongkrak perolehan laba bersih sebesar 22% menjadi Rp2,61 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk juga berambisi menurunkan porsi dana mahal menjadi di bawah 50% dari posisi akhir tahun lalu sekitar 80%. (11)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Relaksasi pemenuhan modal terhambat proposal asuransi
- 'Ada indikasi dana masyarakat mulai keluar'
- FLUKTUASI
Visa Indonesia bidik industri asuransi - FLUKTUASI
BII incar sektor UMKM & remittance - Tripa kejar asuransi grup perusahaan